Dunia kuliner menyimpan banyak teknik memasak, dua di antaranya adalah tumis dan saute. Walaupun terlihat serupa, kedua teknik ini memiliki cara dan tujuan yang berbeda dalam pengolahan bahan makanan.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Tumis lebih dikenal dalam masakan lokal, sementara saute lebih banyak digunakan dalam masakan Barat. Mari kita eksplorasi lebih dalam tentang perbedaan keduanya.
Apa Itu Teknik Tumis?
Tumis merupakan teknik memasak yang melibatkan pemanasan bahan makanan dengan sedikit minyak dalam wajan panas. Biasanya, proses ini dilakukan pada suhu tinggi untuk mempertahankan cita rasa dan tekstur dari bahan.
Teknik ini sering diaplikasikan pada sayuran dan berbagai jenis daging, sehingga makanan cepat matang dan rasa alami bahan bisa keluar dengan optimal. Makanan seperti capcay dan kangkung adalah contoh masakan yang kerap menggunakan teknik tumis.
Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan
Pengertian Teknik Saute
Saute, yang berasal dari bahasa Prancis dan berarti 'loncat', biasanya dilakukan di atas api sedang menggunakan minyak cukup untuk melapisi permukaan wajan. Bahan makanan dimasak secara singkat sambil terus diaduk agar tidak gosong.
Tujuan utama dari teknik ini adalah mengembangkan aroma dan rasa tanpa menghilangkan kelembapan pada bahan makanan. Karena itulah, teknik saute banyak dipraktikkan di restoran untuk menghasilkan hidangan yang menarik dan menggugah selera.
Perbedaan Utama Antara Tumis dan Saute
Salah satu perbedaan mencolok antara tumis dan saute terletak pada suhu penggunaan serta teknik pengadukan. Teknik tumis cenderung dilakukan dengan suhu yang lebih tinggi dan bahan sering kali langsung ditambahkan ke wajan tanpa dipanaskan lebih dahulu.
Sebaliknya, dalam teknik saute, suhu yang digunakan lebih sedang dengan pengadukan yang lebih teratur untuk mencegah bahan makanan terbakar. Pendekatan ini memerlukan perhatian lebih untuk mencapai hasil yang terbaik tanpa mengorbankan rasa.
Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: