Rabu, 11 MARET 2026 • 13:55 WIB

Pangan Ilegal Berasal dari Malaysia dan Singapura, BPOM Temukan Banyak Pelanggaran

Author

Pangan Ilegal Berasal dari Malaysia dan Singapura, BPOM Temukan Banyak Pelanggaran

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan bahwa sebagian besar produk pangan olahan ilegal di Indonesia berasal dari Malaysia dan Singapura.

Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers di Jakarta, memberikan gambaran mengenai pentingnya pengawasan pangan yang lebih ketat.

Hasil Pengawasan Pangan Olahan

BPOM mencatat dalam periode intensifikasi pengawasan, 70,4 persen produk pangan tanpa izin edar berasal dari Malaysia, diikuti 11,3 persen dari Singapura, dan 10,4 persen dari China.

Thailand menyumbang 2,2 persen dari total produk pangan bermasalah. Pengawasan dilakukan di 1.134 sarana peredaran pangan olahan di 38 provinsi di Indonesia, dengan mayoritas berasal dari ritel modern yang mencapai 50,2 persen.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Temuan dan Pelanggaran

Dari 1.134 sarana yang diperiksa, hanya 739 yang memenuhi ketentuan, sementara 395 sarana lainnya melanggar. BPOM menemukan total 27.407 produk pangan ilegal, dengan 23.776 dalam kondisi kedaluwarsa dan 4.844 dalam keadaan rusak.

Taruna Ikrar menyatakan, 'Tingginya temuan pangan tanpa izin edar dipicu oleh permintaan konsumen yang mendorong pasokan ilegal melalui jalur tidak resmi.'

Region dengan Temuan Tertinggi

Beberapa daerah mencatatkan temuan pangan yang paling banyak, dengan Palembang sebagai wilayah tertinggi sebanyak 10.848 produk ilegal. Batam dan Palopo masing-masing mencatat 2.653 dan 2.756 produk, diikuti Sanggau dan Tarakan dengan temuan yang signifikan.

Jenis pangan yang paling banyak ditemukan terdiri dari bumbu dan kondimen, makanan ringan, serta olahan daging. Upaya pengawasan lebih lanjut diharapkan mampu mencegah risiko kesehatan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU