Peran Strategis Papua selama Perang Dunia II
Selama Perang Dunia II, Papua, khususnya Jayapura, memiliki peran penting sebagai basis militer Sekutu yang strategis.
Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan
Lokasi ini menjadi titik vital dalam upaya melawan agresi Jepang di kawasan Pasifik sejak 1942.
Perang Dunia II dimulai pada tahun 1939 dan melibatkan banyak negara di seluruh dunia.
Papua, yang saat itu merupakan bagian dari Hindia Belanda, menjadi perhatian Sekutu ketika Jepang mulai memperluas wilayahnya di Pasifik.
Selain lokasinya yang strategis, Papua juga kaya akan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan Jepang.
Oleh karena itu, Sekutu memutuskan untuk menjadikan Jayapura sebagai basis untuk merencanakan serangan balasan.
Setelah menjadikan Jayapura sebagai pangkalan, Sekutu mulai membangun infrastruktur militer yang komprehensif.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi
Pembangunan ini mencakup lapangan terbang, fasilitas logistik, dan markas bagi pasukan yang ditempatkan di daerah tersebut.
Salah satu infrastruktur penting adalah Lapangan Terbang Sentani, yang dibangun untuk mendukung pergerakan pasukan dan perbekalan.
Dengan fasilitas ini, Sekutu mampu melakukan penerbangan jarak jauh dan memperkuat kehadiran militernya di kawasan tersebut.
Keberadaan pangkalan militer di Jayapura sangat berpengaruh dalam mengubah arah Perang Pasifik.
Dari Jayapura, Sekutu dapat meluncurkan serangan terhadap posisi Jepang yang lebih jauh di wilayah sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: