BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 14:20 WIB

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Tantangan Baru di Tengah Polusi

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Tantangan Baru di Tengah PolusiMikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Tantangan Baru di Tengah Polusi

Penemuan mikroplastik di air hujan Jakarta menunjukkan bahwa polusi plastik telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan bagi kesehatan lingkungan dan manusia.

Baca juga: Revolusi Keguguran: Kecerdasan Buatan Meningkatkan Perawatan Kesehatan Perempuan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa partikel plastik ini terangkat oleh angin, berpartisipasi dalam siklus atmosfer yang kompleks.

Karakteristik Mikroplastik dan Sumber Paparannya

Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter hingga satu mikrometer. Ukurannya yang kecil dan ketahanannya terhadap degradasi membuat mikroplastik dapat bertahan lama di lingkungan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa mikroplastik dapat terangkat dari darat atau laut ke atmosfer, lalu kembali turun bersama hujan.

Ia menyatakan, 'Fenomena ini perlu diwaspadai, bukan ditakuti. Ini sinyal bahwa partikel plastik sudah tersebar sangat luas di sekitar kita.'

Baca juga: Microsoft Luncurkan Fitur Penyimpanan Otomatis di Word dan Aplikasi Lain

Jalur Utama Paparan Mikroplastik bagi Manusia

Aji Muhawarman mengemukakan bahwa terdapat dua jalur utama paparan mikroplastik bagi manusia. Jalur yang pertama adalah melalui makanan dan minuman, seperti garam, seafood, dan air minum dalam kemasan.

Jalur kedua berkaitan dengan udara, di mana serat sintetis dari pakaian dan debu perkotaan dapat terhirup. Penelitian menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap mikroplastik dapat memicu peradangan jaringan tubuh.

Mikroplastik juga dapat mengandung bahan kimia berbahaya, seperti bisphenol A (BPA) dan phthalates, yang berpotensi mengganggu sistem hormon dan reproduksi.

Langkah Pencegahan untuk Mengurangi Paparan

Meski belum ada bukti kuat bahwa mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit tertentu, Aji menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia merekomendasikan masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan rumah.

Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam kondisi udara kering atau setelah hujan, dapat mengurangi paparan debu dan polusi.

Ia juga menganjurkan untuk membawa botol minum isi ulang dan menggunakan tas belanja non-plastik, demi mencegah lebih banyak terbentuknya mikroplastik di masa depan.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mikroplastik dalam Air Hujan Jakarta: Tantangan Baru di Tengah Polusi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!