Cokelat: Menyikapi Manfaat dan Risiko Kesehatan
Cokelat adalah camilan favorit banyak orang dan sering kali dikaitkan dengan peningkatan suasana hati. Namun, relevansi cokelat sebagai makanan sehat masih menjadi perdebatan, bergantung pada cara dan jumlah konsumsinya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Cokelat murni, dengan kandungan kakao yang lebih tinggi, diketahui memiliki beberapa manfaat kesehatan. Misalnya, cokelat hitam dapat berkontribusi pada kesehatan jantung dan otak serta berpotensi mengurangi peradangan dalam tubuh.
Julie Stefanski, seorang ahli gizi dari Academy of Nutrition and Dietetics, menyatakan bahwa penelitian tentang cokelat sangat kompleks. Gaya hidup, pola makan, serta kondisi medis individu dapat mempengaruhi hasil penelitian mengenai manfaat cokelat.
Istilah 'cokelat hitam' juga bervariasi; bisa mencakup bubuk kakao, suplemen flavonol, atau produk cokelat lain yang beredar di pasaran. Perbedaan ini membuat perbandingan hasil studi semakin rumit.
Senyawa flavonol yang ada dalam cokelat kini menjadi fokus penelitian di kalangan akademis. Flavonol, yang merupakan antioksidan alami dari tanaman kakao, diduga dapat mendukung kesehatan jantung dan meningkatkan fungsi pembuluh darah.
Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
Dalam sebuah penelitian oleh Howard Sesso dari Harvard Medical School, ditemukan bahwa individu yang mengonsumsi suplemen flavonol kakao setiap hari selama dua tahun mengalami penurunan kadar C-reactive protein (CRP). CRP adalah penanda peradangan yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
Temuan ini juga sejalan dengan penelitian besar bernama COSMOS, yang mengindikasikan bahwa konsumsi suplemen flavonol kakao dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 27 persen.
Dari informasi di atas, dapat disimpulkan bahwa cokelat bisa dianggap sehat tergantung pada jenis dan takarannya. Manfaat yang ada dalam cokelat tidak seharusnya diambil dari tambahan gula dan lemak yang lazim ditemukan dalam produk cokelat manis.
Sebagian besar produk cokelat yang dijual di pasaran mengandung gula tambahan, susu, atau bahan lain yang dapat mengurangi kadar flavonol. Oleh karena itu, pemilihan cokelat hitam dengan kandungan kakao yang tinggi sangat disarankan untuk mendapatkan manfaat kesehatan maksimal.
Meskipun cokelat bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, konsumsinya tetap harus dikendalikan karena cokelat juga tinggi kalori. Pengaturan porsi yang bijaksana akan membantu mempertahankan kualitas manfaat kesehatan cokelat tanpa mengurangi kenikmatan.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: