BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 13 DESEMBER 2025 • 20:45 WIB

Fenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan Indonesia

Fenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan IndonesiaFenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan Indonesia

Jeda karier atau 'career break' di kalangan perempuan telah menjadi fenomena yang semakin umum di Indonesia. Kebijakan ini sering diambil untuk alasan pribadi, seperti merawat anak atau keluarga.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman

Survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 40 persen perempuan memilih untuk mengambil jeda karier, dengan harapan dapat kembali bekerja di masa depan dalam format yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.

Alasan Perempuan Mengambil Jeda Karier

Jeda karier sering diambil sebagai respons terhadap tuntutan pengasuhan yang masih terbebani pada perempuan. Wita Krisanti, Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), menekankan bahwa keputusan ini seringkali dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga yang berat.

Era persaingan kerja yang semakin ketat juga mendorong perempuan untuk berhenti sejenak. Menurut survei IBCWE, alasan yang paling umum mencakup mengurus orang tua, merawat anak, atau ingin meningkatkan kualitas diri.

Sebuah studi menunjukkan bahwa meskipun 98 persen perempuan yang mengambil jeda karier ingin kembali bekerja, mereka sering kali dihadapkan pada tantangan terkait reintegrasi ke pasar kerja.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja

Tantangan yang Dihadapi Perempuan Selama Jeda Karier

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah hilangnya identitas profesional. Banyak perempuan merasa kehilangan diri mereka ketika keluar dari dunia kerja, yang mengganggu kemampuan mereka untuk kembali beradaptasi.

Hampir sepertiga perempuan yang mengambil jeda karier juga mengalami kekhawatiran akan tertinggal dalam perkembangan industri. Ini mencakup rasa cemas terhadap perubahan teknologi dan skill set yang mungkin telah ketinggalan zaman.

Bias yang dimiliki oleh perusahaan terhadap 'gap' dalam CV sering kali menyebabkan mereka harus memberikan penjelasan yang berlebihan mengenai alasan jeda tersebut pada tahap perekrutan.

Strategi untuk Kembali Setelah Jeda Karier

Mengambil langkah aktif dalam memperbarui skill merupakan salah satu strategi yang dianjurkan. Mengikuti pelatihan, kursus, atau webinar dapat membantu meningkatkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Penting bagi perempuan untuk menyusun CV yang menekankan pada keahlian dan pengalaman yang diperoleh selama jeda, daripada fokus pada periode tanpa pekerjaan.

Membangun kembali jaringan profesional juga merupakan langkah krusial. Menghadiri seminar atau bergabung dalam komunitas profesional dapat membuka kembali peluang yang telah terabaikan selama jeda.

Baca juga: Olahraga Low Impact: Pilihan Ideal untuk Pemula

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Fenomena Jeda Karier di Kalangan Perempuan Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!