Misteri Kematian Pasien Terinfeksi Influenza H3N2 di Bandung
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengonfirmasi sepuluh kasus infeksi virus Influenza A H3N2, yang dikenal sebagai 'super flu'. Sayangnya, satu pasien dari kasus tersebut dilaporkan meninggal dunia saat mendapatkan perawatan intensif.
Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral
Pasien yang meninggal dunia memiliki riwayat penyakit bawaan yang cukup serius, sehingga tim medis masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab kematian yang tepat.
Dari keseluruhan sepuluh pasien yang teridentifikasi, mereka berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk dua bayi berusia 9 bulan dan 1 tahun, serta pasien dewasa berusia antara 20 hingga 60 tahun.
Data ini menunjukkan bahwa virus 'super flu' ini dapat menyerang siapa saja, namun dampaknya tampak lebih berat pada individu dengan riwayat kesehatan yang buruk.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Tim Penyakit Infeksi Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab kematian pasien ini.
Ketua Pinere, dr Yovita Hartantri, mengatakan, 'Kalau kita lihat dari data yang ada, itu ada dua yang berat. Satu masuk ke ruang high cap dan satu masuk ke ruang intensif.'
Menurut dr Iwan Abdul Rachman, Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, ada perbedaan signifikan antara 'super flu' dan influenza musiman biasa. Ia menyatakan bahwa 'super flu' berpotensi lebih berat dan lebih cepat menular daripada influenza biasa.
'Yang kami lakukan di Rumah Sakit Hasan Sadikin tentunya kami siap memberikan pelayanan pada siapapun pasien yang membutuhkan layanan tersebut,' imbuhnya.
Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: