Kak Seto Tanggapi Tuduhan Pengabaian Laporan Aurelie Moeremans
Seto Mulyadi, lebih dikenal sebagai Kak Seto, memberikan respon resmi terkait tudingan pengabaian aduan yang diajukan oleh Aurelie Moeremans pada tahun 2010.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Tuduhan tersebut muncul setelah peluncuran buku digital Aurelie berjudul 'Broken Strings', yang menceritakan pengalamannya terkait praktik grooming dan kekerasan.
Kak Seto disorot setelah Aurelie Moeremans merilis bukunya, 'Broken Strings', yang membahas pengalaman hidup yang menyakitkan. Dalam karya tersebut, Aurelie menyebutkan pengabaian terhadap aduan yang disampaikan kepada Kak Seto saat ia masih remaja.
Tuduhan ini menarik perhatian publik dan memicu diskusi luas terkait isu yang telah lama terpendam. Klaim ini tidak hanya menyeret nama Kak Seto, tetapi juga mempertanyakan respons lembaga saat itu.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Aurelie Moeremans melaporkan kasus ini kepada Komnas Perlindungan Anak yang saat itu dipimpin Kak Seto. Laporan ini terkait dengan seorang pria yang diduga terlibat dalam kasus yang diangkat oleh Aurelie.
Meskipun laporan diajukan, ia tidak menghasilkan tindakan hukum yang diharapkan, memunculkan pertanyaan tentang efektivitas lembaga dalam menangani isu ini pada masa itu.
Kak Seto menekankan bahwa praktik grooming adalah isu serius yang perlu dicegah untuk melindungi anak-anak dari kekerasan. Ia menyatakan, 'Kami mengecam segala bentuk manipulasi, relasi tidak setara, dan praktik child grooming', menegaskan komitmen lembaga terhadap perlindungan anak.
Lebih lanjut, Seto mengapresiasi keberanian individu yang berbagi pengalaman sulitnya dan menyerukan perbaikan sistem perlindungan anak yang lebih efektif di masa yang akan datang.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: