Menguak Kebiasaan Digital Anak: 40 Persen Menghabiskan Waktu di Depan Gawai
Sebuah studi oleh Save the Children Indonesia tahun 2025 mengungkap bahwa hampir 40 persen anak usia sekolah menengah pertama menghabiskan antara tiga hingga enam jam setiap hari di depan gawai.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Menariknya, data menunjukkan bahwa anak perempuan lebih mendominasi waktu penggunaan gawai dibandingkan anak laki-laki.
Penelitian menemukan bahwa puncak penggunaan gawai oleh anak-anak terjadi antara pukul 18.00 hingga 21.00, saat mereka sering mengakses media sosial dan konten digital lainnya.
Meskipun banyak sekolah melarang penggunaan telepon seluler, anak-anak tetap mencari cara untuk mengakses gawai selama jam pelajaran, menunjukkan bahwa dunia digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Tidur dengan Prinsip Fengshui
Meskipun literasi digital meningkat, tidak semua dampak positif tercermin dalam kesejahteraan mental anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa kecanduan digital yang tinggi berdampak buruk pada kondisi mental mereka.
Dessy Kurwiany Ukar, CEO Save the Children Indonesia, menegaskan bahwa anak-anak sadar akan risiko seperti penipuan dan perundungan siber, tetapi mereka sering kali tidak tahu bagaimana bereaksi dengan aman.
Menghadapi tantangan ini, Save the Children Indonesia menekankan pentingnya pendekatan perlindungan anak yang menyeluruh, yang mencakup peningkatan keterampilan digital dan dukungan kesehatan mental bagi anak.
Dessy menambahkan, 'Menuju Indonesia Emas 2045, investasi terbesar kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan aman, sehat, dan tangguh menghadapi krisis dan perubahan zaman.'
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: