Keamanan Konsumsi Bawang Putih Bertunas: Apa yang Perlu Diketahui?
Bawang putih adalah bahan dapur umum di Indonesia, namun saat tersimpan lama, sering kali muncul pertanyaan apakah bawang putih bertunas aman untuk dimakan.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Para ahli memastikan bahwa bawang putih bertunas masih bisa dikonsumsi asalkan tidak ada tanda pembusukan atau berjamur.
Bawang putih memiliki tempat yang sentral dalam masakan Indonesia. Dengan aroma dan rasa yang khas, bawang putih menjadi bumbu wajib dalam berbagai hidangan.
Banyak orang menyimpan bawang putih dalam jumlah banyak, bahkan meskipun biasanya bawang putih ini mulai bertunas setelah disimpan beberapa waktu.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Lizzy Swick, seorang ahli diet, menyatakan bahwa bawang putih bertunas aman untuk dikonsumsi selama tidak ada tanda-tanda pembusukan. Ia menambahkan, "Tunas hijau sebagian besar merupakan tanda usia dan bukan kualitas."
Beberapa studi menunjukkan bahwa kandungan antioksidan dalam bawang putih dapat meningkat seiring bertambahnya usia dan saat proses tunas berlangsung, tanpa menjadikannya berbahaya.
Meskipun bawang putih bertunas umumnya dianggap aman, ada beberapa kondisi yang mengindikasikan untuk membuangnya. Ciri-ciri tersebut meliputi jamur pada siung, tekstur lunak atau berlendir, dan bau asam.
Dengan memahami tanda-tanda ini, konsumen dapat memastikan bawang putih yang mereka konsumsi tetap dalam kondisi baik dan aman.
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: