Tragedi Transplantasi Jantung Balita di Italia Memicu Gelombang Kemarahan Publik
Kematian balita berusia dua tahun di Italia setelah transplantasi jantung yang diduga bermasalah telah menimbulkan kemarahan publik. Domenico, yang dirawat di rumah sakit di Naples, meninggal setelah bertahan lama dalam perawatan intensif.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya
Insiden ini menjadi sorotan nasional setelah terungkapnya masalah dalam proses pengiriman jantung donor yang diterimanya, sehingga menyebabkan penyelidikan terhadap enam staf medis terkait dugaan malpraktik.
Domenico menjalani transplantasi jantung setelah menerima organ dari Bolzano, Italia utara, yang berjarak 800 kilometer dari rumah sakit tempatnya dirawat. Proses pengiriman organ tersebut diduga menjadi titik awal masalah yang kini tengah diselidiki.
Setelah menjalani operasi, balita tersebut mengalami komplikasi dan bergantung pada alat bantu pernapasan selama berminggu-minggu. Hal ini menarik perhatian publik yang merasa prihatin dengan kondisi Domenico.
Terdapat juga laporan bahwa keterlambatan dan kondisi jantung donor saat tiba di rumah sakit diperparah oleh kurangnya prosedur pengawetan yang tepat.
Baca juga: Peluncuran Denza D9: MPV Mewah dengan Harga Kompetitif di China dan Indonesia
Jaksa setempat kini menyelidiki enam staf medis untuk mengidentifikasi dugaan malpraktik dalam prosedur transplantasi. Pihak berwenang berkomitmen melakukan penelitian menyeluruh untuk memastikan keadilan bagi keluarga Domenico.
Media Italia melaporkan bahwa organ donor dibawa dengan wadah yang tidak sesuai dan tanpa termometer untuk memantau suhu. Hal ini berpotensi memengaruhi kualitas organ yang krusial.
Francesco Petruzzi, perwakilan keluarga, menyampaikan bahwa kondisi jantung yang diterima Domenico mengalami kerusakan serius, dengan istilah 'terbakar akibat radang dingin', menjelaskan kesulitan yang dialami balita tersebut.
Menteri Kesehatan Italia, Orazio Schillaci, menyatakan bahwa kasus ini menarik perhatian di seluruh Italia dan menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan. Ia juga menyoroti dampak insiden ini terhadap angka donasi organ.
Schillaci khawatir bahwa insiden ini dapat menurunkan keinginan masyarakat untuk mendonorkan organ, di saat kebutuhan akan transplantasi organ sangat mendesak.
Ibu Domenico, Patrizia Mercolino, berharap untuk mendirikan yayasan yang dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya donasi organ serta memperbaiki sistem yang ada di Italia.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: