BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 14:08 WIB

Investigasi Kematian Massal Harimau di Thailand

Investigasi Kematian Massal Harimau di ThailandInvestigasi Kematian Massal Harimau di Thailand

Pihak berwenang Thailand sedang melakukan penyelidikan menyusul kematian mendadak 72 harimau di Tiger Kingdom, Chiang Mai. Kematian tersebut terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua minggu akibat infeksi virus distemper anjing.

Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan

Direktur Departemen Peternakan Nasional Thailand, Somchuan Ratanamungklanon, menjelaskan bahwa manajemen gerai terlambat mendeteksi gejala kesehatan harimau-harimau tersebut. Penyakit ini dikenal sulit dikenali pada kucing besar dibandingkan dengan hewan peliharaan biasa.

Kondisi Kesehatan Harimau yang Buruk

Penyelidikan oleh dinas peternakan setempat melibatkan pengambilan sampel dari harimau yang telah mati, dan hasilnya menunjukkan adanya virus distemper anjing. Namun, pihak berwenang hingga kini masih mencari tahu asal mula wabah ini.

Somchuan menegaskan, 'Saat kami menyadari mereka sakit, sudah terlambat,' mencerminkan kesulitan yang dihadapi manajemen dalam memantau kesehatan harimau yang berjumlah total 240 di dua lokasi di Chiang Mai.

Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja

Dampak Virus Distemper Anjing

Virus distemper anjing adalah penyakit menular serius yang menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf. Meski lebih umum pada anjing, virus ini juga dapat menjangkit kucing besar dan berdampak fatal.

Pihak kantor peternakan provinsi menyatakan bahwa tes awal menunjukkan adanya infeksi parvovirus kucing pada harimau-harimau tersebut. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menganalisis hubungan antara virus yang terdeteksi dan kematian yang terjadi.

Langkah Pencegahan dan Reaksi Publik

Sebagai langkah pencegahan atas penyebaran penyakit, seluruh bangkai harimau telah dikremasi dan dikuburkan dengan aman. Departemen pengendalian penyakit juga mengkonfirmasi bahwa semua staf di Tiger Kingdom berada di bawah pengawasan selama 21 hari, tanpa laporan penyakit di antara mereka.

Situasi ini menuai kritik dari organisasi hak-hak hewan yang menekankan kesulitan dalam menjaga kesehatan hewan yang ditahan untuk tujuan rekreasi. Peta Asia dalam pernyataannya menyatakan, 'Tragedi seperti ini kemungkinan besar tidak akan terjadi jika wisatawan menjauhi tempat-tempat wisata tersebut.'

Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Investigasi Kematian Massal Harimau di Thailand

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!