Risiko Migrain Selama Bulan Puasa yang Perlu Diketahui
Bulan puasa di Indonesia menjadi momen yang penuh suka cita, namun ada perhatian khusus yang perlu diambil: peningkatan risiko migrain selama bulan suci ini.
Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial
Perubahan pola makan dan dehidrasi menjadi dua pemicu utama yang bisa membawa tantangan tersendiri bagi banyak orang yang menjalani ibadah puasa.
Migrain merupakan kondisi nyeri kepala berdenyut yang bisa disertai dengan mual, muntah, dan sensitif terhadap cahaya. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa sekitar 1 dari 7 orang dewasa mengalami migrain secara teratur.
Beragam faktor bisa menjadi pemicu migrain, seperti stres, perubahan hormonal, dan pola makan yang tak teratur. Selama bulan puasa, banyak individu beralih ke pola makan yang sangat berbeda dari biasanya, kondisi ini dapat memperparah gejala yang ada.
Dehidrasi kerap kali diabaikan sebagai penyebab migrain. Kekurangan cairan tubuh membuat gejala migrain muncul lebih cepat dan menyakitkan.
Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Puasa menuntut umat Muslim untuk tidak makan ataupun minum dari fajar hingga senja, yang berpotensi mengganggu pola asupan nutrisi yang normal. Perubahan ini dapat mengakibatkan tantangan bagi tubuh dalam menyesuaikan diri.
Mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat pada sahur dapat mengakibatkan fluktuasi kadar gula darah yang signifikan. Penurunan kadar gula yang tajam berpotensi menjadi pemicu migrain bagi beberapa orang, terutama jika tidak dikelola dengan baik.
Jika berbuka puasa dengan makanan yang berlemak atau tidak sehat, ini bisa menyebabkan sistem pencernaan tertekan dan berkontribusi terhadap timbulnya sakit kepala. Pilihan makanan yang seimbang sangat diperlukan saat sahur dan berbuka.
Menjaga tingkat hidrasi yang baik menjadi langkah penting dalam mencegah serangan migrain. Disarankan untuk cukup minum air saat sahur dan berbuka agar keseimbangan cairan tubuh tetap terjaga.
Sebaiknya pilih makanan yang kaya serat dan protein saat sahur. Ini tidak hanya membantu menjaga energi tetapi juga stabilitas kadar gula darah, sehingga dapat mencegah timbulnya serangan migrain.
Bagi mereka yang memiliki riwayat migrain, berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalani puasa sangat disarankan. Tenaga medis dapat memberikan rekomendasi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: