Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 21:55 WIB

Menteri Kesehatan Ungkap Penyebab Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Author

Menteri Kesehatan Ungkap Penyebab Keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penyebab keracunan yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaporkan sejak awal tahun 2025. Hasil pemeriksaan mengidentifikasi bakteria, virus, dan zat kimia sebagai penyebab utama keracunan tersebut.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan

Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, ia menekankan adanya bakteri E. Coli dan virus hepatitis A dalam daftar penyebab keracunan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan terhadap kesehatan dan keamanan makanan dalam MBG.

Bakteri dan Virus Penyebab Keracunan

Dalam penjelasannya di Jakarta, Budi menyebutkan hasil pemeriksaan kasus keracunan yang menunjukkan bakteri seperti Salmonella, E. Coli, Bacillus Cereus, dan Staphylococcus Aureus. Tidak hanya itu, Clostridium Perfringens, Listeria monocytogenes, Campylobacter Jejuni, dan Shigella juga teridentifikasi sebagai penyebab.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa beberapa virus seperti Norovirus, Rotavirus, dan Hepatitis A turut berkontribusi terhadap keracunan. Selain infeksi, ada juga bahan kimia berbahaya seperti nitrit dan scombrotoxin yang terdeteksi dari sumber makanan yang dikonsumsi.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Modul Edukasi untuk Mitigasi Keracunan

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan modul edukasi untuk mengurangi risiko keracunan yang akan disebar ke sekolah-sekolah. Modul ini bertujuan untuk memperkenalkan gejala awal keracunan dan langkah mitigasi yang perlu diambil.

Budi menjelaskan bahwa dengan adanya modul tersebut, sekolah bisa mengidentifikasi gejala keracunan dengan lebih cepat. Hal ini akan memudahkan guru dalam mengambil langkah yang tepat jika terjadi kasus keracunan.

Rekomendasi untuk Pengelolaan Makan Bergizi Gratis

Menkes Budi menekankan pentingnya menjaga standar kebersihan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Dia berharap proses pemantauan dan pengawasan dapat dilakukan secara rutin untuk memastikan makanan yang dikonsumsi aman bagi masyarakat.

Edukasi kepada pengelola makanan tentang bahaya keracunan juga menjadi salah satu fokus utama. Kebijakan ini diharapkan bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya keracunan di masa mendatang.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU