Kamis, 09 OKTOBER 2025 • 12:51 WIB

Tanda-Tanda Penuaan Otak yang Harus Diwaspadai

Author

Tanda-Tanda Penuaan Otak yang Harus Diwaspadai

Penuaan adalah proses yang alami, namun tidak hanya mempengaruhi fisik, namun juga kognisi. Terdapat sejumlah tanda peringatan dini yang dapat menunjukkan bahwa fungsi otak mengalami penurunan lebih cepat dari seharusnya.

Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral

Menurut Dr. Vassily Eliopoulos, seorang ahli umur panjang dan kesehatan otak, banyak dari tanda-tanda tersebut sering diabaikan dan dianggap sebagai bagian dari stres sehari-hari.

Tanda-Tanda Peringatan Dini

Salah satu tanda peringatan awal dari penurunan fungsi kognitif adalah merasa cepat lelah saat berbicara. Dr. Vassily menyampaikan bahwa otak yang sehat seharusnya memaknai interaksi sosial sebagai stimulasi positif, bukan beban.

Ketika neuron berfungsi dengan berlebihan atau mengalami tingkat peradangan tinggi, diskusi ringan bisa membuat seseorang merasa lelah secara mental. Hal ini dapat menjadi sinyal bahwa metabolisme energi otak mulai melambat, sering kali disebabkan oleh kurang tidur, stres, atau kekurangan nutrisi.

Sering lupa kata-kata yang ingin diucapkan juga menjadi sinyal peringatan. Dr. Vassily menjelaskan bahwa ini merupakan 'celah pengambilan' informasi, dimana jalur saraf untuk mengingat informasi lemah akibat berkurangnya aktivitas neurotransmiter yang penting dalam pembelajaran dan ingatan.

Baca juga: Waspadai Gula Tersembunyi dalam Makanan Sehari-hari

Perubahan Emosional dan Sensori

Kenaikan iritabilitas tanpa sebab yang jelas sering kali menunjukkan adanya neuroinflamasi. Ketika hormon stres, seperti kortisol, tetap tinggi dalam waktu lama, hal ini bisa mengganggu pusat pengaturan emosi di otak.

Dr. Vassily mencatat bahwa sensitivitas yang meningkat terhadap kemarahan dan frustrasi dapat mempercepat penuaan otak, berpotensi merusak koneksi saraf. Seseorang mungkin merasa lelah meski telah cukup tidur, menandakan bahwa otak tidak dapat beristirahat dengan baik.

Inefisiensi tidur dalam jangka panjang dapat menyebabkan penumpukan plak amiloid di otak, yang merupakan masalah serius dan berhubungan dengan penyakit Alzheimer.

Kesehatan Mental dan Pola Makan

Perubahan sensitivitas terhadap kebisingan dan cahaya juga bisa menjadi indikator adanya masalah. Ketika sistem saraf menjadi hiperreaktif, ini menandakan bahwa filter sensorik otak mengalami penurunan, yang bisa dialami oleh orang-orang dengan stres kronis atau banyak terpapar layar.

Kejernihan mental yang menurun setelah makan bisa disebabkan oleh fluktuasi glukosa atau peradangan usus-otak. Dr. Vassily memperingatkan bahwa makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan dapat memperlambat kinerja mental dengan memicu lonjakan insulin.

Kebingungan dalam lingkungan yang seharusnya dikenal juga merupakan sinyal peringatan. Hal ini sering terjadi ketika hipokampus menyusut akibat stres atau kekurangan latihan mental, berpengaruh pada kemampuan untuk menavigasi dan mengingat.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU