Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 15:07 WIB

Memahami Dampak Insomnia Kronis Terhadap Kesehatan

Author

Memahami Dampak Insomnia Kronis Terhadap Kesehatan

Insomnia kronis kini menjadi masalah kesehatan serius yang dihadapi banyak orang, termasuk di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga memiliki dampak jauh lebih besar pada kesehatan fisik dan mental.

Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray

Kurang tidur yang berkepanjangan dapat memicu risiko penyakit berat, seperti gangguan metabolisme dan penyakit jantung. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai dampak buruk dari insomnia kronis.

Memahami Insomnia Kronis

Insomnia kronis ditandai dengan kesulitan tidur yang berlangsung lebih dari satu bulan. Berbagai faktor seperti tekanan psikologis, kebiasaan tidur yang buruk, atau kondisi medis tertentu dapat memicu kondisi ini.

Penderita insomnia kronis seringkali terjaga lebih lama saat ingin tidur atau merasa kesulitan untuk tidur kembali setelah terbangun di malam hari. Selain itu, mereka juga cenderung merasa tidak segar saat bangun tidur.

Kondisi ini jelas mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat berakibat fatal terhadap kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung

Dampak Kesehatan Fisik

Kekurangan tidur akibat insomnia kronis dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan fisik. Salah satu di antaranya adalah gangguan metabolisme yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Kurang tidur juga telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi dan serangan jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam per malam memiliki risiko 30% lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung.

Lebih dari itu, tubuh yang lelah juga lebih rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah.

Dampak Kesehatan Mental

Dampak psikologis dari insomnia kronis tidak kalah seriusnya dengan masalah kesehatan fisik. Banyak orang yang mengalami gangguan mood, seperti depresi dan kecemasan, sebagai konsekuensi dari kurang tidur yang berkepanjangan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa individu dengan insomnia memiliki dua hingga tiga kali lipat risiko mengalami gangguan kecemasan. Ini terkait dengan dampak kurangnya tidur terhadap keseimbangan neurotransmitter di otak.

Di samping itu, insomnia kronis juga mempengaruhi kemampuan konsentrasi dan ingatan, berpotensi mengganggu produktivitas di berbagai aspek kehidupan.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU