Osteoarthritis atau radang sendi menjadi salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada lansia di Indonesia.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Kondisi ini ditandai dengan nyeri sendi, kaku, dan pembengkakan yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Apa Itu Osteoarthritis?
Osteoarthritis adalah bentuk arthritis yang paling umum, khususnya pada orang yang berusia di atas 50 tahun.
Penyakit ini muncul akibat kerusakan kartilago sendi, yang berfungsi sebagai pelindung ujung tulang dan membuat pergerakan lebih lancar.
Saat kartilago mulai menipis, tulang akan saling bergesekan, menyebabkan rasa sakit.
Gejala awal osteoarthritis sering kali berupa nyeri saat bergerak dan kaku di sendi, terutama setelah beristirahat.
Gejala Osteoarthritis
Gejala osteoarthritis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan penyakit.
Baca juga: KPop Demon Hunters, Fenomena Baru di Netflix
Mulai dari nyeri sendi yang muncul saat beraktivitas, hingga bengkak dan kaku setelah beristirahat sehari-hari.
Dalam beberapa kasus, suara ‘berderak’ bisa terdengar saat sendi bergerak.
Hal ini menunjukkan adanya gesekan antara tulang yang berhubungan langsung tanpa pelindung kartilago.
Pengelolaan Osteoarthritis
Pengelolaan osteoarthritis meliputi beberapa pendekatan, seperti perubahan gaya hidup dan terapi fisik.
Olahraga ringan dapat membantu memperkuat otot-otot sekitar sendi dan meningkatkan fleksibilitas.
Konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat juga sangat dianjurkan.
Terkadang, penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) bisa direkomendasikan.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: