Waktu menjadi elemen krusial dalam penanganan serangan stroke, dimana intervensi medis harus dilakukan dalam waktu 4,5 jam setelah gejala muncul.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Penundaan penanganan dapat memperburuk kerusakan jaringan otak dan membuat peluang pemulihan pasien semakin menipis.
Pertolongan Stroke dalam Waktu 4,5 Jam Pertama
Dokter spesialis syaraf, dr. Zicky Yombana Babeheer, Sp.N., AIFO-K., DAIFIDN., CPS, menjelaskan bahwa penanganan yang tepat dalam waktu 4,5 jam adalah kunci untuk meminimalisir dampak stroke.
Di fase awal, yang dikenal sebagai golden period, pasien memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan perawatan yang efektif.
Namun, semakin lama pasien dibiarkan tanpa tindakan, semakin tinggi risiko kerusakan jaringan otak tersebut. Data dari Cleveland Clinic menunjukkan bahwa dalam waktu tersebut, terapi medis, seperti tissue plasminogen activators (tPA), dapat menyelamatkan jaringan otak yang kekurangan oksigen.
Setelah batas waktu ini, risiko komplikasi meningkat, yang dapat berakibat fatal bagi pasien.
Gejala Stroke yang Muncul Mendadak
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti, mengakibatkan bagian otak yang terkena tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Gejala stroke sering muncul tiba-tiba, baik saat aktivitas sehari-hari maupun saat tidur. Dokter Zicky menegaskan betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap tanda-tanda awal stroke.
Perubahan mendadak dalam kemampuan berbicara, bergerak, dan keseimbangan adalah indikator penting. 'Senyuman berubah, gerakan berubah, bicara berubah, kebas, pandangan yang rabun, sakit kepala yang hebat,' ungkapnya.
Kecepatan penanganan menjadi kunci dalam menentukan outcome pasien di rumah sakit, di mana setiap menit keterlambatan dapat menghilangkan sejumlah besar sel neuron di otak.
Sikap Terhadap Pertolongan Pertama
Sayangnya, kesalahpahaman terkait penanganan awal stroke masih ada di masyarakat, di mana banyak yang melakukan tindakan tradisional yang tidak efektif.
Dr. Zicky menegaskan tindakan tersebut tidak menyelesaikan masalah, 'Jangan kelincahan, tusuk jari, kasih teh manis, kasih minyak-minyakan. Tidak usah. Langsung bawa ke rumah sakit.'
Komplikasi dapat muncul akibat tindakan tidak tepat, seperti kesulitan menelan yang dapat menyebabkan tersedak.
Masyarakat perlu menyadari bahwa tidak ada pengobatan rumah yang dapat menggantikan perawatan medis profesional. Oleh karena itu, membawa pasien ke rumah sakit segera adalah langkah yang paling tepat.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: