Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 22:58 WIB

Studi Terbaru: Night Owl Memiliki Kognisi Lebih Baik Dibandingkan Early Bird

Author

Studi Terbaru: Night Owl Memiliki Kognisi Lebih Baik Dibandingkan Early Bird

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa individu yang lebih aktif di malam hari, sering disebut sebagai 'night owl', memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan 'early bird'.

Baca juga: Aksi Nekat Pria di Atas Kereta Commuterline Viral di Media Sosial

Penelitian ini menekankan bahwa pola tidur tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga kinerja otak.

Temuan Penelitian Tentang Kognisi

Peneliti dari Imperial College London menganalisis data Biobank Inggris dengan melibatkan lebih dari 26.000 peserta yang menyelesaikan tes kecerdasan dan penalaran.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa night owl memiliki fungsi kognitif yang lebih superior dibandingkan mereka yang lebih suka bangun pagi.

Raha West, penulis utama penelitian, mencatat, "Meskipun memahami dan menyesuaikan diri dengan kecenderungan tidur alami Anda penting, sama pentingnya untuk diingat bahwa tidurlah secukupnya, tidak terlalu lama atau terlalu pendek."

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Durasi dan Kualitas Tidur

Studi ini juga menilai pengaruh durasi, kualitas, dan kronotipe tidur terhadap kinerja otak individu.

Durasi tidur yang optimal, antara tujuh hingga sembilan jam, ditemukan berkaitan langsung dengan hasil kognitif terbaik.

Prof Daqing Ma, anggota tim peneliti, mengungkapkan, "Kami menemukan bahwa durasi tidur memiliki efek langsung pada fungsi otak, dan kami percaya bahwa mengelola pola tidur secara proaktif sangat penting untuk meningkatkan dan menjaga cara kerja otak kita."

Perspektif Tambahan dari Para Ahli

Jacqui Hanley, Kepala Pendanaan Penelitian di Alzheimer's Research UK, memberikan pandangan berharga terkait hasil penelitian ini.

Ia menyatakan, "Kita tidak tahu apakah menjadi orang yang aktif di pagi hari atau di malam hari memengaruhi daya ingat dan berpikir, atau apakah penurunan kognisi menyebabkan perubahan pola tidur."

Hal ini menunjukkan perlunya penafsiran cermat terhadap temuan yang menarik dari penelitian ini.

Baca juga: Mengenali Gejala Awal Serangan Jantung untuk Pencegahan yang Lebih Baik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU