Fenomena Fear of Missing Out atau FOMO semakin meluas di tengah masyarakat dengan pesatnya penggunaan media sosial. Dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga menyentuh kesehatan mental secara lebih luas.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Ketakutan akan ketinggalan momen penting yang dibagikan oleh orang lain kerap membuat banyak pengguna merasa tertekan. Akibatnya, ini mendorong perilaku yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan individu.
Apa Itu FOMO?
FOMO merupakan istilah yang menggambarkan rasa cemas ketika seseorang merasa tidak terlibat dalam pengalaman berharga yang dialami orang lain. Dengan kehadiran media sosial, perasaan ini menjadi lebih sering muncul, terutama ketika melihat postingan yang menunjukkan kebahagiaan atau kesuksesan orang lain.
Sumber FOMO bisa berasal dari berbagai platform, seperti Instagram atau Twitter, di mana pengguna sering mendapati ajakan acara yang tidak dapat dihadiri. Kondisi ini mengarah pada usaha individu untuk mengejar setiap kesempatan, meskipun kadang-kadang hal tersebut tidak memberikan kebahagiaan.
Menurut penelitian, individu yang mengalami FOMO cenderung menghadapi masalah dengan fokus dan kebahagiaan mereka sendiri. Ketidakpuasan yang muncul sering kali tidak mencerminkan kondisi objektif kehidupan mereka.
Baca juga: Destinasi Liburan Solo di Indonesia yang Menarik untuk Dijelajahi
Dampak Negatif FOMO
FOMO dapat menyebabkan kecemasan yang tinggi dan menurunkan kepercayaan diri, terutama bagi mereka yang terus-menerus membandingkan hidup mereka dengan orang lain. Meskipun tidak ada standar yang jelas untuk menilai kebahagiaan, banyak yang merasa tidak puas karena perbandingan tersebut.
Ada juga tekanan yang muncul untuk tetap aktif di media sosial, yang membuat individu mengabaikan waktu yang seharusnya dihabiskan untuk diri sendiri. Interaksi digital yang lebih diutamakan dibandingkan interaksi secara langsung dapat mengancam kesehatan mental.
Penelitian menunjukkan bahwa dengan keterikatan yang berlebihan pada media sosial, seseorang dapat mengalami penurunan kesehatan mental yang signifikan, menciptakan siklus kecemasan yang sulit diputus.
Cara Mengatasi FOMO
Salah satu cara efektif untuk mengatasi FOMO adalah dengan membatasi penggunaan media sosial secara bijak. Dengan mengurangi paparan terhadap konten yang menimbulkan cemas, individu dapat lebih fokus pada kebahagiaan dan pengalaman pribadi mereka.
Hal lainnya yang perlu diingat adalah setiap individu memiliki perjalanan hidup masing-masing yang unik. Oleh karena itu, membandingkan hidup dengan orang lain hanya akan menambah beban mental tanpa alasan yang jelas.
Penting untuk diarahkan pada pola pikir yang positif dan mengingat bahwa tidak ada hidup yang sempurna. Dengan menfokuskan diri pada apa yang dimiliki dan menghargai momen yang ada, seseorang dapat lebih menghargai kehidupan mereka tanpa tekanan dari luar.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: