Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa judi online menjadi masalah yang semakin serius, khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa. Pernyataan ini diungkapkan dalam acara pembukaan retret Kokam di Bogor, Jawa Barat.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Ia mencatat bahwa perkembangan teknologi memberikan dampak negatif, termasuk peningkatan kasus judi online yang telah menyebar di banyak wilayah Indonesia.
Tantangan Kejahatan dalam Era Digital
Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa judi online adalah tantangan serius yang dihadapi masyarakat saat ini. 'Kita masih diganggu dengan berbagai macam tantangan. Perkembangan teknologi di satu sisi ini juga berdampak kepada kejahatan, dan yang paling marak salah satunya adalah judi online,' ujarnya.
Ia mencatat komposisi pemain judi online yang bervariasi, dengan pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok yang dominan. 'Saya kira ini menjadi tantangan kita bersama. Pemainnya juga kebanyakan adalah pelajar ataupun mahasiswa, nomor dua karyawan, nomor tiga wiraswasta, dan seterusnya,' tambahnya.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Dampak Negatif Judi Online terhadap Anak Muda
Jenderal Listyo menunjukkan keprihatinan atas semakin banyaknya anak di bawah umur 18 tahun yang terlibat dalam perjudian online. 'Beberapa waktu yang lalu juga pernah saya sampaikan bahwa banyak anak-anak di bawah umur 18 tahun yang ikut menjadi pemain judi online. Ini tentunya keprihatinan kita bersama untuk bisa memerangi hal tersebut,' tuturnya.
Keterlibatan anak-anak dalam judi online dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental dan sosial mereka. Oleh karena itu, diperlukan tindakan bersama dalam masyarakat untuk mengatasi masalah ini.
Strategi Memerangi Judi Online
Dalam upaya mengatasi masalah judi online, Jenderal Sigit menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait. 'Kami tentunya memerintahkan seluruh jajaran untuk terus bekerja sama dengan kementerian lembaga, dengan Kominfo, dengan seluruh elemen masyarakat untuk bisa mengedukasi agar kita bisa menekan angka judi online,' jelasnya.
Dengan pendidikan dan sosialisasi yang tepat, diharapkan kesadaran akan dampak negatif judi online pada anak-anak dan remaja bisa meningkat. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadapi fenomena ini.
Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: