Larangan Media Sosial untuk Remaja di Australia: Sebuah Langkah Berani dalam Regulasi Internet
Australia baru saja memberlakukan larangan penggunaan media sosial bagi remaja di bawah 16 tahun, sebuah kebijakan yang dapat mengubah tatanan penggunaan platform digital secara global.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuaan Istimewa di DPR
Langkah ini memaksa sejumlah besar akun remaja diblokir oleh platform besar seperti Meta, TikTok, Snapchat, dan YouTube sebelum peraturan resmi berlaku pada 10 Desember mendatang.
Komisioner eSafety, Julie Inman Grant, sebelumnya ragu akan pendekatan memblokir pengguna di bawah usia 16 tahun. Namun, kini ia mendukung langkah tegas ini setelah mempertimbangkan efektivitas regulasi yang bertahap.
"Kita telah mencapai titik balik," ungkap Inman Grant pada acara Sydney Dialogue, dengan tujuan memberikan perlindungan lebih bagi remaja dari dampak media sosial yang berpotensi negatif.
"Data kita adalah mata uang yang menggerakkan perusahaan-perusahaan ini," tegasnya, menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital. Inman Grant juga menekankan bahwa fitur-fitur desain platform sering kali berbahaya dan menyesatkan, bahkan bagi orang dewasa.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Lebih dari satu juta remaja di Australia tercatat memiliki akun media sosial, mencerminkan luasnya adopsi platform digital di negara tersebut. Dengan adanya peraturan baru, banyak platform akan menghubungi pengguna di bawah umur untuk meminta mereka mengunduh data pribadi.
Selanjutnya, mereka dihadapkan pada pilihan untuk menghapus akun atau membekukannya hingga berusia 16 tahun. Respon publik beragam, namun banyak orang tua melihat kebijakan ini sebagai langkah positif.
"Ini meringankan beban kami sebagai orang tua. Dampak kesehatan mentalnya sangat besar," terang Jennifer Jennison, seorang ibu dari Sydney.
Inman Grant menyatakan bahwa kebijakan baru ini juga memberi tekanan terhadap pemerintah Amerika Serikat. Ia bahkan diminta untuk memberikan kesaksian mengenai pengaruh Australia terhadap kebebasan berpendapat warga Amerika.
"Dengan mengirimkan surat kepada saya dan meminta saya hadir di depan komite, itu juga merupakan bentuk penggunaan jangkauan ekstra-teritorial," ungkapnya, menyoroti ironi dari permintaan tersebut.
Meskipun ia tidak menyatakan apakah akan memenuhi permintaan, Inman Grant mencatat bahwa tuntutan itu menunjukkan dampak global dari kebijakan Australia.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: