Selasa, 25 NOVEMBER 2025 • 14:56 WIB

Kenali Modus Penipuan Phishing dan Cara Menghindarinya

Author

Kenali Modus Penipuan Phishing dan Cara Menghindarinya

Penipuan phishing semakin marak di era digital, menyerang individu untuk mencuri data pribadi mereka. Kejahatan ini dapat menimbulkan risiko signifikan, termasuk kerugian finansial yang besar bagi korban.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Melalui akun resmi layanan dan konsumen OJK @kontak157, masyarakat diingatkan untuk mengenali ciri-ciri dan mengambil langkah pencegahan agar tidak terjebak dalam modus ini.

Ciri-Ciri Modus Penipuan Phishing

Salah satu ciri utama dari modus phishing adalah penggunaan akun yang mirip dengan profil resmi dari suatu institusi. Masyarakat diminta untuk waspada, karena akun-akun ini sering kali mengandung kesalahan pengetikan, huruf yang berulang, atau username yang mencurigakan.

Dalam video yang diunggah oleh akun OJK, narator mengingatkan, 'Biasanya ada typo, huruf double atau usernamenya aneh. Pokoknya keliatan resmi sih, tapi sebenarnya abal-abal.' Ini menjadi salah satu tanda awal untuk mengenali potensi penipuan.

Pelaku penipuan umumnya akan mengirimkan tautan mencurigakan dengan dalih bahwa akun pengguna terblokir. Tujuan dari tindakan ini adalah agar korban mengklik tautan tersebut yang sebenarnya merupakan jebakan.

Sebagai langkah pencegahan, penting untuk tidak mengklik tautan yang tidak jelas. Masyarakat sebaiknya tetap tenang dan memverifikasi informasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal

Tindakan yang Harus Dihindari

Berdasarkan informasi dari OJK, ada beberapa tindakan yang sebaiknya dihindari untuk menangkal modus phishing. Salah satunya adalah mengungkapkan informasi data pribadi kepada pihak manapun, karena bank tidak akan meminta data secara langsung.

Narator dalam video tersebut menyampaikan, 'Terakhir, pesannya bikin kamu panik. Misalnya cepat verifikasi sekarang. Itu sebenarnya mereka sengaja untuk bikin kamu nggak mikir.' Ini menunjukkan bahwa penipuan seringkali efektif saat korbannya dalam keadaan panik.

Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap tenang dan berpikir kritis ketika menerima pesan yang terkesan mendesak. Hindari memberikan data sensitif, dan selalu verifikasi permintaan melalui saluran resmi yang terpercaya.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk menghindari terjadinya penipuan phishing, masyarakat disarankan untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun-akun yang menyimpan informasi sensitif. Lapisan keamanan tambahan ini dapat membantu melindungi data pribadi.

Dalam video yang diperoleh dari OJK, juga disarankan untuk mengganti password secara berkala, terutama untuk akun keuangan. 'Kemudian, ganti password keuanganmu secara berkala untuk mencegah pembobolan,' ujar narator.

Penting juga untuk tidak mendownload aplikasi dari sumber yang tidak resmi, seperti tautan mencurigakan, dan selalu gunakan platform resmi seperti PlayStore atau AppStore. Ini akan meminimalisir risiko terkena malware atau program berbahaya.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU