Kamis, 29 JANUARI 2026 • 22:01 WIB

Mengapa Generasi Muda Merasa Tidak Puas dengan Kehidupannya?

Author

Mengapa Generasi Muda Merasa Tidak Puas dengan Kehidupannya?

Fenomena ketidakpuasan di kalangan anak muda semakin meluas seiring dengan meningkatnya tuntutan hidup. Banyak dari mereka merasa tidak puas dengan apa yang diperoleh, mencari kebahagiaan di luar zona nyaman.

Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih

Berbagai faktor berkontribusi terhadap perasaan ini, mulai dari pengaruh media sosial hingga ekspektasi berlebih dari lingkungan sekitar. Mari kita telusuri alasan di balik kondisi yang kian memprihatinkan ini.

Pengaruh Media Sosial

Di era digital sekarang ini, media sosial tidak bisa dipisahkan dari kehidupan anak muda. Mereka terpapar pada banyak konten glamor yang sering kali menciptakan tekanan untuk tampil sempurna.

Seorang psikolog menyatakan, "Media sosial dapat membuat kita merasa kurang berharga jika tidak bisa menyaingi standar yang ditampilkan oleh orang lain." Hal ini berkontribusi pada perasaan bahwa kehidupan mereka kurang menarik.

Dalam banyak kasus, anak muda merasa bahwa apa yang mereka miliki tidak cukup baik dibandingkan dengan apa yang ditampilkan orang lain di media sosial. Ini menciptakan siklus ketidakpuasan yang sulit diputus.

Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat

Perbandingan Sosial yang Kuat

Anak muda acap kali melakukan perbandingan sosial dengan teman-teman dan tokoh publik. Sikap ini menyebabkan mereka merasa kurang beruntung, meskipun kehidupan mereka mungkin tidak seteruk yang dibayangkan.

Seorang peneliti terkenal menyoroti, "Perbandingan sosial dapat menjadi dua sisi mata uang: kadang bisa memotivasi, tetapi seringkali justru membuat kita merasa tidak puas dengan hidup kita."

Dengan mengamati pencapaian orang lain, sering kali mereka meremehkan capaian yang telah diraih. Ini berujung pada rasa frustrasi yang mendalam.

Ekspektasi yang Tinggi dari Lingkungan

Lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan masyarakat, seringkali memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap anak muda. Tuntutan untuk meraih kesuksesan bisa menjadi beban psikologis yang berat.

Sebagaimana dijelaskan oleh psikolog, "Terlalu banyak tekanan dari keluarga dan masyarakat dapat mengakibatkan anak muda merasa gagal jika tidak memenuhi harapan tersebut."

Ketidakpuasan sering bermula ketika mereka merasa tidak dapat memenuhi ekspektasi yang tinggi, meskipun mereka telah berusaha keras.

Baca juga: Ketegangan di Rapat Komisi XIII DPR RI: Ahmad Dhani vs Willy Aditya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU