Chip CMOS Dua Dimensi Pertama Diciptakan oleh Universitas Fudan
Tim peneliti dari Universitas Fudan di Shanghai telah menciptakan chip CMOS dua dimensi pertama yang berfungsi penuh, sebuah terobosan penting dalam teknologi elektronik.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat
Chip ini menggabungkan material setipis atom dengan chip silikon tradisional, menjanjikan inovasi perangkat elektronik yang lebih kecil di masa depan.
Penelitian untuk mengecilkan ukuran sirkuit pada chip silikon mengalami batasan fisik yang signifikan. Hal ini memicu pencarian alternatif baru dalam pengembangan semikonduktor.
Material 2D seperti graphene muncul sebagai solusi potensial. Namun, sifat rapuhnya dan kesulitan mengintegrasikannya dengan chip konvensional tanpa kerusakan menjadi tantangan bagi peneliti.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam di Perkotaan
Tim Universitas Fudan menemukan metode inovatif untuk mengatasi masalah ini, membuka jalan bagi pengembangan chip yang lebih efisien.
Melalui teknologi yang dikenal sebagai ATOM2CHIP, peneliti berhasil menempelkan material 2D langsung ke permukaan chip CMOS yang kasar. Proses ini dilengkapi dengan sistem pelindung untuk menjaga stabilitas lapisan setipis atom.
Desain sirkuit juga dibuat agar chip 2D dapat berkomunikasi secara efektif dengan silikon yang ada. Ini merupakan langkah penting dalam menciptakan chip yang berfungsi dalam perangkat elektronik yang lebih kompleks.
Hasil penelitian ini tidak hanya menghasilkan prototipe laboratorium, tapi juga chip memori 2D berkapasitas 1 Kb yang berfungsi penuh. Chip tersebut dapat berjalan pada kecepatan 5 MHz dengan waktu pemrograman dan penghapusan hanya 20 nanodetik serta konsumsi daya yang sangat rendah.
Walaupun teknologi ini masih dalam tahap awal pengembangan, peluang untuk chip supertipis yang lebih cepat dan hemat energi menjadi semakin nyata. Pendekatan yang sama dapat diaplikasikan pada prosesor di masa depan, mendorong batasan inovasi dalam desain perangkat elektronik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: