WhatsApp Perkenalkan Akun Khusus untuk Anak-anak, Dikelola oleh Orang Tua
WhatsApp meluncurkan fitur baru berupa akun khusus bagi anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun, dengan manajemen di tangan orang tua. Inisiatif ini bertujuan memberikan kontrol lebih besar bagi orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di platform tersebut.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Pengumuman fitur ini disampaikan pada Rabu, 11 Maret 2026, sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran mengenai dampak media sosial pada anak-anak. Dengan adanya fitur ini, diharapkan anak-anak dapat menggunakan aplikasi dengan lebih aman dan terjamin.
Fitur akun yang dikelola oleh orang tua ini dirancang untuk membatasi penggunaan aplikasi hanya pada pesan dan panggilan. Dengan ini, orang tua memiliki kekuasaan penuh untuk menentukan siapa yang dapat berkomunikasi dengan anak serta grup mana yang dapat diikuti.
WhatsApp menyatakan, 'Akun-akun ini dilengkapi dengan pengaturan default yang ketat, kontrol orang tua, dan opsi bagi orang tua untuk membimbing pengalaman pesan pertama anak-anak pra-remaja.' Hal ini menunjukkan komitmen WhatsApp terhadap privasi anak.
Dengan menghadirkan fitur ini, WhatsApp ingin menjawab kebutuhan orang tua dalam memastikan komunikasi yang aman bagi anak-anak mereka. Langkah ini juga sejalan dengan tren global yang mendorong tanggung jawab lebih pada penggunaan sosial media oleh anak.
Baca juga: Anggota DPR Dinonaktifkan, Gaji Tetap Diterima di Tengah Kontroversi
Untuk mengaktifkan akun anak, orang tua harus mengunduh aplikasi WhatsApp di perangkat anak dan mengikuti beberapa langkah verifikasi. Salah satu langkah penting adalah memasukkan tanggal lahir untuk mengonfirmasi kelayakan usia anak.
Setelah itu, orang tua perlu menautkan akun dengan memindai kode QR yang muncul di perangkat anak. Proses ini memastikan bahwa akun tersebut dikelola oleh orang dewasa yang berwenang.
Keamanan juga menjadi prioritas, di mana orang tua harus membuat PIN yang hanya mereka ketahui. PIN tersebut diperlukan untuk mengakses dan mengubah pengaturan privasi akun anak.
Fitur ini memberikan kontrol lebih besar bagi orang tua dalam mengelola interaksi anak di WhatsApp. Selain membatasi akses, mereka juga dapat meninjau permintaan pesan dari kontak yang tidak dikenal.
WhatsApp menekankan bahwa semua percakapan yang terjadi tetap bersifat privat dengan perlindungan enkripsi end-to-end. 'Semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi,' ungkap perusahaan.
Seiring dengan peluncuran bertahap fitur ini, diharapkan dapat membantu keluarga berkomunikasi dengan lebih aman dan mengurangi risiko yang mungkin timbul dari penggunaan media sosial di kalangan anak-anak.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: