Kisah di Balik Wallpaper Terkenal Windows 10
Wallpaper default Windows 10 telah menjadi salah satu simbol visual paling ikonik sejak peluncurannya pada tahun 2015.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple
Desain sederhana yang menampilkan logo Windows dengan semburat cahaya biru ini tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memperkuat identitas visual sistem operasi tersebut.
Kebanyakan orang salah mengira bahwa wallpaper Windows 10 merupakan hasil animasi komputer atau CGI. Namun, wallpaper ini sesungguhnya merupakan karya fotografi yang melibatkan objek fisik, di mana logo Windows diciptakan menggunakan jendela asli.
Bradley G. Munkowitz, yang lebih dikenal dengan nama GMUNK, merupakan fotografer asal Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas desain ini. Dalam proses penciptaannya, laser diarahkan ke logo Windows yang dikelilingi oleh asap, menciptakan efek cahaya yang khas dan memberikan dimensi pada visual.
Teknik yang digunakannya tidak hanya memukau, tetapi juga menciptakan pengalaman visual yang berbeda bagi para pengguna.
Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional
GMUNK memilih metode fotografi alih-alih desain digital, karena ia melihat logo Windows sebagai portal menuju pengalaman baru bagi penggunanya.
Dengan menggunakan kamera resolusi tinggi Phase One 9K, ia mengambil lebih dari 3.000 foto dalam berbagai pengaturan eksposur untuk menangkap momen penting.
Setiap lintasan cahaya yang dihasilkan dari proses tersebut difoto secara terpisah dan kemudian dirangkai dalam tahap pascaproduksi untuk menghasilkan gambar final.
Setelah proses seleksi dan penggabungan yang teliti, GMUNK berhasil menciptakan wallpaper akhir Windows 10 yang saat ini telah dikenal luas.
Dominasi warna biru dan efek cahaya yang ikonik menjadikannya simbol perjalanan Windows 10 selama hampir satu dekade.
Dijadwalkan untuk pensiun pada Oktober 2025, wallpaper ini menandai akhir sebuah era penting dalam sejarah sistem operasi desktop.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: