Keamanan dan Privasi: Kunci Utama Dalam Pengembangan Teknologi AI
Samsung menyoroti pentingnya keamanan dan privasi dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat ajang CES 2026 di Las Vegas.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Diskusi bertajuk 'In Tech We Trust? Rethinking Security & Privacy in the AI Age' mengungkapkan bahwa tanpa dua aspek ini, kepercayaan pengguna terhadap AI akan sulit terbangun.
Di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam berbagai perangkat seperti smartphone dan peralatan rumah pintar, pertanyaan tentang perlakuan data pengguna menjadi krusial.
Transparansi dipandang sebagai fondasi utama kepercayaan, di mana pengguna perlu untuk memahami apakah AI beroperasi di perangkat lokal atau melalui cloud.
CEO Open Machine, Allie K. Miller, menekankan, "Ketika berbicara tentang AI, pengguna menginginkan transparansi dan kontrol. Visibilitas seperti ini membangun rasa percaya."
Pendekatan trust by design AI berfokus pada perancangan keamanan dan privasi sejak awal, bukan menambahkannya sebagai elemen sekunder.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple
Samsung menekankan pentingnya on-device AI, yaitu pengolahan data yang dilakukan langsung pada perangkat. Tujuannya adalah untuk meminimalisir pengiriman data pribadi tanpa kebutuhan yang jelas.
Walaupun cloud masih digunakan dalam situasi tertentu, pengguna harus dijamin bahwa mereka memahami dan memiliki kontrol atas proses tersebut.
Pendekatan ini berusaha menjembatani kenyamanan teknologi AI dengan perlindungan privasi yang memadai. Dengan sistem ini, diharapkan AI dapat berfungsi optimal tanpa mengorbankan privasi pengguna.
Seiring banyaknya perangkat yang terintegrasi AI, pendekatan keamanan harus terus berevolusi. Di sinilah peran Samsung Knox menjadi semakin vital.
Platform keamanan ini berfungsi melindungi perangkat pada tingkat chipset dan juga mendorong sistem saling memantau dalam ekosistem melalui Knox Matrix.
Sekretaris Jenderal Platform AI Samsung, Shin Baik, mengatakan, "Kepercayaan terhadap AI dimulai dari keamanan yang terbukti, bukan sekadar janji."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: