Fitur Kontrol Orang Tua di YouTube: Langkah Baru Melindungi Remaja
YouTube baru saja meluncurkan fitur terbaru yang memungkinkan orang tua membatasi akses remaja ke video pendek Shorts. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha lebih besar untuk menjaga keamanan pengguna muda di platform tersebut.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Fitur ini menjawab kekhawatiran para orang tua akan potensi adiksi akibat konsumsi konten video pendek yang terus-menerus. Pengawasan semakin diperlukan di tengah meningkatnya perhatian dari pihak keluarga dan pembuat kebijakan.
Orang tua kini dapat menetapkan batasan waktu akses untuk fitur Shorts, dengan pilihan mulai dari dua jam hingga tidak ada waktu sama sekali. 'Misalnya, orang tua dapat mengatur batas waktu tayangan Shorts menjadi nol saat mereka ingin anak remaja mereka menggunakan YouTube untuk fokus pada pekerjaan rumah,' ungkap pihak YouTube.
Fitur ini juga dilengkapi dengan pengingat waktu tidur dan istirahat yang dapat disesuaikan. YouTube menyatakan bahwa versi otomatis dari pengingat ini telah diterapkan secara default untuk pengguna di bawah usia 18 tahun.
Inovasi ini didesain untuk memberikan kemudahan bagi orang tua dalam mengelola akun remaja mereka. Melalui proses pendaftaran baru, pengguna bisa lebih mudah beralih antara akun anak-anak dan dewasa pada perangkat yang digunakan secara bersama-sama.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Dalam pembaruan terbaru, YouTube menegaskan akan memperbarui panduan jenis konten yang direkomendasikan untuk pengguna remaja. Platform ini akan lebih memprioritaskan konten yang berfokus pada 'keingintahuan dan inspirasi' serta 'informasi yang dapat dipercaya yang mendukung kesejahteraan.'
Langkah ini bertujuan untuk memblokir video yang berpotensi mengarahkan remaja kepada konten berbahaya. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan mental remaja, terutama yang terkait dengan isu body image.
YouTube berharap strategi ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif untuk pengguna muda. Kebijakan ini merupakan bagian penting dari upaya mereka untuk menciptakan platform yang lebih aman.
YouTube bukan satu-satunya platform yang peka terhadap perlunya kontrol orang tua. Instagram dan ChatGPT juga baru-baru ini menambahkan fitur serupa demi melindungi pengguna muda.
Belum lama ini, Google, sebagai induk YouTube, menjadi sorotan setelah aktivis keamanan anak, Melissa McKay, membagikan informasi mengenai pengawasan orang tua di platform tersebut. Dalam unggahannya, McKay menyatakan bahwa Google memberikan opsi kepada putranya untuk menghapus pengawasan orang tua dari akun.
Menanggapi hal ini, Kate Charlet, Direktur Senior Privasi di Google, menjelaskan bahwa kebijakan terbaru mewajibkan persetujuan orang tua sebelum pengguna di bawah 13 tahun dapat menonaktifkan pengawasan. Ini diharapkan mampu memberikan perlindungan tambahan untuk anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: