Meta Alihkan Fokus dari Metaverse ke Kecerdasan Buatan
Meta, perusahaan yang dulunya dikenal dengan nama Facebook, kini mengubah arah strategis dengan mengurangi perhatian pada metaverse setelah mengalami kerugian signifikan di divisi Reality Labs.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Langkah ini diiringi pemutusan hubungan kerja lebih dari 1.000 karyawan dan pengalihan sumber daya menuju pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Langkah mengejutkan diambil Meta dengan pemangkasan pegawai di divisi Virtual Reality (VR) dan penutupan beberapa studio pengembangan.
Diperkirakan lebih dari 10% dari divisi hardware perusahaan, yang bertanggung jawab atas produk headset VR Quest dan platform Horizon Worlds, akan terdampak.
CNBC melaporkan keputusan ini sebagai bagian dari strategi baru CEO Mark Zuckerberg yang berfokus pada hasil yang lebih nyata.
Zuckerberg menyatakan, "Kami menyadari pentingnya merestrukturisasi pendekatan kami terhadap teknologi baru."
Menyusul pengurangan fokus pada metaverse, investasi Meta dalam bidang kecerdasan buatan semakin meningkat.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Tahun lalu, mereka mengeluarkan dana sebesar USD 14,3 miliar untuk merekrut talenta AI terkemuka, termasuk pendiri Scale AI, Alexandr Wang.
Zuckerberg mengungkapkan bahwa Vishal Shah, yang sebelumnya memimpin divisi metaverse, kini mengawasi produk AI perusahaan.
"Kami percaya bahwa investasi dalam kecerdasan buatan akan menjadi kunci untuk pertumbuhan kami di masa depan," tegas Zuckerberg.
Walaupun menyusutkan ambisi metaverse, Meta tetap menjaga beberapa aspek dari VR.
Perusahaan berupaya menarik pengembang game dari platform seperti Roblox untuk menciptakan pengalaman di Horizon Worlds yang lebih menarik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: