Elon Musk Gugat OpenAI dan Microsoft, Sayangkan Transisi Profit
Elon Musk telah mengajukan gugatan terhadap OpenAI dan Microsoft, menuntut ganti rugi yang mencapai angka fantastis hingga Rp2.273 triliun. Gugatan ini muncul sebagai reaksi atas perubahan misi OpenAI dari nonprofit menjadi profit yang dinilai merugikannya.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Musk dikabarkan diwakili oleh saksi ahli, C. Paul Wazzan, yang menyampaikan bahwa Musk berhak menerima bagian signifikan dari valuasi OpenAI, yang saat ini diperkirakan mencapai US$500 miliar. Klaim ini berpotensi merubah dinamika kerjasama antara Musk dan kedua perusahaan tersebut.
Elon Musk, yang dikenal sebagai investor awal OpenAI, merasa ditipu setelah perusahaan tersebut beralih dari misi nonprofit ke profit. Dalam gugutannya, Musk menuntut ganti rugi yang besar sebagai respons terhadap percepatan valuasi perusahaan yang tidak disertai dengan penghargaan atas kontribusinya.
Menurut C. Paul Wazzan, saksi ahli yang dihadirkan oleh Musk, kontribusi awal sebesar US$38 juta dari Musk seharusnya memberikan hak atas porsi signifikan dari valuasi OpenAI saat ini. Wazzan menegaskan bahwa sumbangsih Musk di perusahaan yang didirikan pada tahun 2015 itu perlu dihargai lebih tinggi.
Baca juga: Menjalin Hubungan dengan Finfluencer: Membuka Pintu Menuju Finansial yang Lebih Baik
Wazzan menjelaskan bahwa perhitungan tegas menunjukkan bahwa Musk berhak atas keuntungan yang lebih besar berdasarkan kontribusinya. Ia mengestimasi bahwa keuntungan tidak sah dari OpenAI dan Microsoft terkait dengan pengabaian ini berkisar antara US$65,5 miliar hingga US$109,4 miliar.
Tim hukum Musk berpendapat bahwa sebagai investor awal, ia memiliki hak atas kompensasi yang memadai. Namun, angka tuntutan ini memunculkan spekulasi tentang tujuan di balik kasus ini, apakah sekadar masalah finansial atau kekuatan tawar Musk di industri.
Gugatan yang diajukan Musk berpotensi mengganggu hubungan antara ketiga pihak. OpenAI dilaporkan telah mengirimkan surat kepada para investor dan mitra bisnisnya, memperingatkan mereka akan klaim yang mungkin dianggap berlebihan dari Musk.
Melihat posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$700 miliar, tuntutan ini bisa dilihat sebagai langkah strategisnya di tengah dinamika industri kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: