Universitas Indonesia (UI) baru saja memperkenalkan program studi Kecerdasan Buatan (AI) di Fakultas Ilmu Komputer. Ini adalah langkah strategis untuk menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja di bidang AI.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Dengan dibukanya prodi baru ini, UI berharap bisa memajukan kualitas pendidikan dan memberikan solusi berbasis AI yang dapat bermanfaat bagi industri serta masyarakat. Program ini akan dikelola oleh dosen-dosen yang sudah berpengalaman di bidang AI.
Program studi Kecerdasan Buatan di UI dirancang dengan berbagai mata kuliah yang memberikan fondasi teknis yang kuat. Mata kuliah utama termasuk AI Ethics, Data Science and Machine Learning, serta Natural Language Processing.
Prodi ini melibatkan 16 dosen pengajar, di mana banyak di antaranya bergelar doktor, termasuk Prof. Wisnu Jatmiko yang merupakan Guru Besar AI pertama di Indonesia. Harapannya, mahasiswa dapat memahami lebih dalam mengenai konsep-konsep AI.
Kurikulum yang disusun fokus pada dua aspek utama, yaitu pemodelan AI dan rekayasa sistem berbasis AI, demi memenuhi kebutuhan tenaga profesional di masa mendatang.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Pendiriannya dimulai sejak awal pandemi COVID-19, saat Fasilkom UI berupaya untuk memperkuat kapasitas infrastruktur AI. Studi kelayakan menunjukkan bahwa prodi ini berpotensi berkontribusi terhadap perkembangan AI di Indonesia.
Rancangan kurikulum yang lebih konkret mulai disusun pada pertengahan tahun 2024, dan akan diajukan untuk persetujuan Senat Akademik pada September 2025. Proses ini melibatkan berbagai tahap kajian perbandingan dengan program sejenis baik di dalam maupun luar negeri.
Kurikulum diharapkan memberi lulusan pemahaman mendalam tentang aplikasi solusi berbasis AI dalam industri, tidak hanya terbatas pada teknologi generatif.
Di Fasilkom UI, dari total 40 dosen tetap, 16 di antaranya terpilih untuk mengajar di prodi AI. Dosen-dosen ini memiliki keahlian dan pengalaman yang relevan dengan bidang tersebut.
Mereka akan menyediakan pengalaman belajar yang komprehensif bagi mahasiswa serta mentransfer pengetahuan terbaru tentang AI. Ini penting untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu menerapkan AI dalam menyelesaikan masalah nyata.
Diharapkan, lulusan dapat berkontribusi nyata dalam masyarakat dan industri melalui pemahaman konsep AI yang mendalam.
Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: