BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 15:00 WIB

Moya: Robot Pionir yang Meniru Manusia Dengan Canggih

Moya: Robot Pionir yang Meniru Manusia Dengan CanggihMoya: Robot Pionir yang Meniru Manusia Dengan Canggih

Moya, robot humanoid terkini asal China, membawa inovasi baru dalam teknologi robotika dengan kemampuan meniru gerakan manusia secara akurat. Robot ini diharapkan dapat menggantikan beberapa peran dalam bidang perawatan dan pendidikan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kepedulian Masyarakat

Dengan harga sekitar Rp133 juta, Moya dilengkapi fitur yang mendekati kondisi manusia, termasuk suhu tubuh dan kemampuan berjalan yang presisi. Ini menjadi tantangan bagi masyarakat untuk beradaptasi dengan kehadiran kecerdasan buatan yang semakin nyata.

Desain dan Fitur Moya

Dibuat oleh perusahaan DroidUp, Moya diluncurkan di Shanghai dengan desain yang tampak lebih manusiawi dibandingkan robot industri lainnya. Sebuah laporan dari South China Morning Post menyebut Moya sebagai embodied artificial intelligence, yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan dunia fisik.

Robot ini tidak hanya dapat melakukan kontak mata tetapi juga mengangguk dan menunjukkan ekspresi wajah yang halus. Desain ini bertujuan untuk mengatasi fenomena 'Uncanny Valley', yang membuat orang merasa tidak nyaman saat melihat makhluk artifisial yang terlalu mirip manusia namun belum sempurna.

Moya dirancang untuk beradaptasi dengan interaksi manusia melalui kemampuan komunikasi non-verbal yang lebih alami, memungkinkan koneksi emosional yang lebih baik.

Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban

Spesifikasi dan Kemampuan Moya

Memiliki tinggi 1,65 meter dan berat 32 kilogram, Moya dirancang dengan suhu tubuh yang berkisar antara 32 hingga 36 derajat Celsius. Fitur ini diharapkan memberikan rasa aman saat berinteraksi, terutama dalam layanan kesehatan.

Dengan akurasi postur berjalan mencapai 92 persen, Moya mencerminkan fokus DroidUp pada stabilitas dan gerakan yang natural. Hal ini membuat robot ini dapat beroperasi di lingkungan manusia tanpa menimbulkan perasaan ancaman.

Desain modular pada Moya memberikan kebebasan untuk penyesuaian, memungkinkan robot ini disesuaikan dengan berbagai preferensi budaya dan kebutuhan. Strategi ini mendukung fleksibilitas dalam pemasarannya di berbagai sektor.

Tantangan Penerimaan Masyarakat dan Masa Depan Robotika

Moya direncanakan berfungsi sebagai asisten di sektor kesehatan dan pendidikan dengan periode peluncuran pada akhir 2026. Dengan harga 1,2 juta Yen Jepang, atau sekitar Rp133.200.000, Moya dianggap bersaing dengan biaya operasional layanan manusia.

Namun, tantangan terbesar adalah penerimaan masyarakat. Tanggapan di media sosial di China beragam, dengan sebagian orang terkesan pada kemajuan teknologi, sementara yang lain merasa cemas dengan ide robot yang menyerupai manusia.

Kehadiran Moya menciptakan ujian bagi seberapa jauh manusia bersedia berkontribusi dalam interaksi kecerdasan buatan yang memiliki penampilan manusia. Dengan fokus pada pembangunan empati artifisial, DroidUp berupaya mempersiapkan masa depan robotika untuk interaksi yang lebih nyaman.

Baca juga: Pentingnya Rutin Minum Obat Cacing Bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Moya: Robot Pionir yang Meniru Manusia Dengan Canggih

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!