Roblox Integrasikan Klasifikasi Usia IGRS untuk Pengalaman Bermain Lebih Aman di Indonesia
Gim Roblox kini mengimplementasikan klasifikasi usia berdasarkan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk semua konten yang tersedia. Langkah ini bertujuan memberikan kejelasan kepada pengguna dalam memilih permainan yang sesuai dengan usia mereka.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Mulai dari peringkat 13+, 15+, hingga 18+, Roblox memperkenalkan dua klasifikasi usia dalam setiap deskripsi permainan. Dengan demikian, diharapkan pengalaman bermain menjadi lebih aman terutama bagi anak-anak.
Roblox telah mulai menerapkan dua klasifikasi usia dalam deskripsi permainan yang ditawarkan. Klasifikasi ini mencakup peringkat resmi IGRS yaitu 13+, 15+, dan 18+ yang menjawab kebutuhan berbagai kalangan pengguna.
Selain klasifikasi usia, Roblox juga hadir dengan Label Content Maturity yang memberikan deskripsi lebih mendetail mengenai konten. Label ini terbagi dalam kategori seperti Minimal, Mild, Moderate, dan Restricted.
Tujuan penggunaan label-label ini adalah untuk membantu orang tua serta pengguna meraih pengalaman bermain yang lebih aman, khususnya dalam memilih permainan yang sesuai.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufmann, menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen Roblox untuk mematuhi hukum yang berlaku di berbagai negara operasionalnya. Hal ini juga sejalan dengan standar global dari International Age Rating Coalition (IARC).
Melalui inisiatif ini, Roblox berusaha menyelaraskan kebijakan mereka dengan regulasi setempat. Dengan adanya klasifikasi yang terpercaya, diharapkan pengguna merasa lebih nyaman saat memilih konten sesuai usia mereka.
Implementasi klasifikasi ini menjadi langkah penting bagi Roblox dalam menjaga kepercayaan pengguna serta meningkatkan pengalaman pengguna di platform mereka.
Roblox juga menyediakan fitur parental control yang memungkinkan orang tua mengatur akses konten berdasarkan informasi dari Content Maturity Label. Ini memberikan orang tua kendali lebih dalam menentukan permainan yang aman untuk anak-anak mereka.
Sonny Hendra Sudaryana, Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menyatakan bahwa adopsi IGRS sangat menguntungkan orang tua yang ingin memastikan konten yang tepat untuk anak-anak.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya perlindungan anak di ruang digital, dan membantu memastikan bahwa permainan yang diakses sesuai dengan usia serta perkembangan anak.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Catat Rekor Baru dengan Transfer Alexander Isak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: