Pertarungan Miliarder: Elon Musk dan Jeff Bezos dalam Misi Bulan
Persaingan antara Elon Musk dan Jeff Bezos dalam eksplorasi luar angkasa semakin memanas dengan rencana untuk membangun pangkalan di Bulan.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Musk melalui SpaceX dan Bezos dengan Blue Origin sama-sama menargetkan pembangunan infrastruktur luar angkasa menjelang program misi luar angkasa yang lebih besar.
Elon Musk, CEO SpaceX, mengungkapkan rencana untuk membangun 'Moonbase Alpha' dan menempatkan perangkat peluncur satelit di permukaan Bulan. Infrastruktur ini, menurut Musk, akan mendukung jaringan komputasi AI ambisius dengan jumlah satelit yang bisa mencapai satu juta unit.
Musk memaparkan bahwa tujuan ini merupakan pergeseran dari fokus awalnya ke Mars, yang sebelumnya menjadi visi utama SpaceX sejak perusahaan ini didirikan pada tahun 2002. Ia menyebutkan Bulan sebagai 'gangguan' sebelum akhirnya mengalihkan perhatian ke pangkalan di Bulan.
Beberapa minggu lalu, SpaceX juga meluncurkan misi terbaru untuk NASA menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun fokus meningkat ke Bulan, misi-misi ke tujuan lain tetap berjalan.
Baca juga: Realme Luncurkan Smartphone Terbaru dengan Baterai 15.000 mAh dan Teknologi Pendingin Canggih
Sementara itu, Jeff Bezos dan Blue Origin telah mengalihkan fokus pada program luar angkasa mereka dengan menghentikan bisnis wisata luar angkasa suborbital. Sumber daya tersebut kini dialokasikan untuk program pendarat Bulan, Blue Moon, yang direncanakan untuk mengirimkan misi tanpa awak ke permukaan Bulan.
Misi ini merupakan bagian dari persiapan untuk pendaratan astronot dalam program Artemis NASA. Blue Origin juga telah mengirimkan pendaratnya ke Johnson Space Center NASA untuk uji termal dan vakum, yang merupakan tahap penting sebelum peluncuran.
Metode yang diadopsi oleh Blue Origin terinspirasi dari fabel kuno tentang kura-kura, yang lambat namun konsisten dalam prosesnya. Dengan motto 'Gradatim Ferociter', perusahaan ini berupaya menciptakan keunggulan dalam persaingan.
Persaingan antara Musk dan Bezos di sektor luar angkasa memberikan pengaruh signifikan pada industri sekitarnya. Hal ini mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk ikut ambil bagian dalam proyek-proyek yang berhubungan dengan Bulan.
NASA juga berkontribusi dengan menyediakan dana miliaran dolar untuk membangun pendarat-pendarat yang diperlukan dalam misi ke Bulan dan Mars. CEO ProcureAM, Andrew Chanin, menekankan pentingnya posisi strategis Bulan bagi SpaceX dan dampaknya terhadap bagaimana fasilitas tersebut digunakan.
Selain itu, peningkatan belanja pemerintah AS untuk proyek luar angkasa juga memicu perusahaan lain untuk berinovasi dan bersaing. Justin Cyrus, CEO Lunar Outpost, menjelaskan bahwa pola pikir investor terkait proyek luar angkasa telah mengalami perubahan signifikan dalam dua tahun terakhir.
Baca juga: Uya Kuya Terkena Imbas Penjarahan Pasca Video Joget Viral
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: