Kamis, 12 JUNI 2025 • 08:00 WIB

Meta Ambisius Kembangkan AI Super Cerdas

Author

Generated by Journalist AI

zenmoms.id – Meta meningkatkan upaya dalam persaingan pengembangan kecerdasan buatan (AI) dengan alokasi dana besar. CEO Meta, Mark Zuckerberg, memimpin langsung proyek AI super cerdas yang diharapkan dapat melampaui kemampuan manusia.

Zuckerberg merasa kemajuan AI di Meta saat ini kurang memuaskan dan menyiapkan dana sekitar USD 14 miliar atau sekitar Rp 227 triliun untuk mendukung proyek ambisius ini.

Langkah Besar Meta dalam Pengembangan AI

Meta, perusahaan teknologi raksasa yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, mengambil langkah signifikan dalam dunia kecerdasan buatan atau AI. Zuckerberg sendiri memutuskan untuk terlibat langsung dalam pembentukan tim yang menggarap mesin AI super cerdas dengan target melampaui kapasitas manusia.

Proyek ini didasari oleh ketidakpuasan Zuckerberg atas kemajuan AI di Meta saat ini yang dinilai belum mencapai potensi maksimalnya. Untuk itu, Zuckerberg mengumpulkan para pakar AI ke kediamannya di Lake Tahoe dan Palo Alto, California, guna merumuskan strategi pengembangan AI berikutnya.

Kolaborasi dengan Scale AI

Sebagai strategi utama dalam pengembangan AI, Meta menjalin kolaborasi dengan Scale AI, yang dikenal sebagai startup teknologi dengan potensi besar dalam bidang ini. Menurut laporan New York Times, Alexandr Wang, CEO muda dari Scale AI, memegang peran penting dalam jalannya proyek ini.

Meta berencana menginvestasikan dana besar, mencapai USD 14 miliar atau sekitar Rp 227 triliun, ke dalam Scale AI. Langkah ini sejalan dengan pendekatan perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Alphabet dan Microsoft, yang juga melakukan investasi signifikan dalam bidang pengembangan AI.

Tantangan dan Persaingan dalam Industri AI

Di tengah upaya agresif Meta mengembangkan AI, perusahaan dihadapkan pada persaingan ketat dari beberapa pemain besar lainnya. OpenAI, yang mendapatkan dukungan dari Microsoft, serta perusahaan lain seperti Alphabet dan Anthropic, terus berinovasi dan mendorong batas kemampuan AI.

Zuckerberg berharap bahwa Meta dapat menonjol sebagai kekuatan pusat dalam kecerdasan buatan umum (AGI). Namun, mencapai tahap AGI masih menjadi perdebatan di antara peneliti AI, dengan banyak pandangan berbeda mengenai sejauh mana perkembangan AGI bisa dicapai dan kapan hal itu akan terwujud.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU