Objek Antarbintang 31/ATLAS Dekat dengan Matahari, Menciptakan Kejutan di Kalangan Pengamat Langit
Objek antarbintang 31/ATLAS semakin mendekati titik terdekatnya dengan matahari yang jatuh pada Rabu ini, menarik perhatian para pengamat langit di seluruh dunia.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Dikenal sebagai objek antarbintang ketiga yang terdeteksi di tata surya, 31/ATLAS membangkitkan rasa ingin tahu terkait asal usul dan keunikannya.
Apa Itu 31/ATLAS?
31/ATLAS ditemukan pada 1 Juli 2025, dan dikenal sebagai objek antarbintang terbesar dan tercepat yang pernah terdeteksi. Dengan kecepatan lebih dari 130.000 mph (210.000 km/jam), objek ini mengejutkan para astronom.
NASA telah mengonfirmasi bahwa 31/ATLAS bukan berasal dari tata surya kita dan hanya akan melintas sebelum kembali ke ruang antarbintang. Fakta ini semakin menambah ketertarikan kompleksitas benda luar angkasa ini.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio Mulai Berlangsung
Jalan Menuju Perihelion
Proses mendekati matahari akan mencapai puncaknya pada 29 Oktober 2025, saat 31/ATLAS diperkirakan mencapai perihelion. Pada saat itu, jarak objek ini hanya 1,4 unit astronomi atau sekitar 130 juta mil dari matahari.
Saat 31/ATLAS mendekat, objek ini diprediksi akan melepaskan gas dan debu dari intinya, membentuk gumpalan bercahaya yang menarik perhatian pengamat langit.
Spekulasi tentang Asal Usulnya
Astronom Avi Loeb telah mengajukan teori yang menarik tentang 31/ATLAS. Ia berpendapat bahwa objek ini mungkin bukanlah benda alami, melainkan hasil dari teknologi peradaban asing.
"Apakah lintasannya telah diatur oleh kecerdasan luar angkasa?" tanyanya, menambahkan dimensi baru pada diskusi seputar asal usul dan tujuan dari objek antarbintang ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: