Xiaomi baru-baru ini mengambil langkah besar dengan mengurangi jumlah model ponsel yang diluncurkan setiap tahun. Keputusan ini diambil meskipun pasar ponsel global menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Perusahaan mengalihkan fokusnya untuk lebih menekankan pengembangan ekosistem berbasis kecerdasan buatan, menandakan perubahan signifikan dalam strategi bisnis mereka.
Pengurangan Model Ponsel dan Strategi Baru
Xiaomi telah memutuskan untuk secara signifikan mengurangi jumlah model ponsel yang diluncurkan setiap tahunnya. Sebelumnya, perusahaan ini dikenal karena keberagaman sub-brand dan banyaknya perangkat yang diluncurkan, namun kini mereka berupaya merampingkan lini produk.
Langkah ini muncul sebagai respons terhadap laporan keuangan yang menunjukkan penurunan pendapatan smartphone sebesar 2% year on year. Sementara itu, pasar smartphone secara keseluruhan tumbuh, memberikan sinyal bahwa ponsel bukan lagi menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan Xiaomi.
Divisi AIoT (Artificial Intelligence of Things) perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan, mencapai 44,7% dengan total pendapatan 38,7 miliar yuan. Selain itu, bisnis kendaraan listrik Xiaomi juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, menghasilkan lebih dari 20 miliar yuan berkat popularitas model SU7 dan YU7.
Baca juga: Meningkatkan Produktivitas Melalui Fengshui Meja Kerja
Visi Masa Depan Xiaomi
Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi, menjelaskan bahwa perusahaan memiliki visi strategis jangka panjang dengan menerapkan konsep human-car-home. Dalam konsep ini, smartphone berfungsi sebagai penghubung antara mobil listrik, perangkat rumah pintar, dan platform berbasis AI.
Dengan arah baru ini, nilai ponsel tidak lagi hanya berdasarkan spesifikasi atau harga, tetapi juga pada pengalaman pengguna dan integrasi perangkat dalam ekosistem yang lebih besar. Ini menandakan komitmen Xiaomi untuk tetap relevan dengan perkembangan teknologi masa depan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Xiaomi juga memperpanjang masa dukungan perangkat lunak untuk produk seperti Xiaomi 15 dan Redmi Note 14. Perusahaan ini menjanjikan empat pembaruan sistem dan enam tahun patch keamanan, serupa dengan yang ditawarkan oleh Samsung dan Apple.
Pelajaran dari Pasar India
Kinerja Xiaomi di India memberikan pelajaran berharga bagi strategi ke depan. Pada awal tahun 2025, pengiriman ponsel Xiaomi di India mengalami penurunan tajam sebesar 42% year on year, yang mengakibatkan pergeseran dari posisi pertama ke keenam di pasar.
Penurunan ini disebabkan oleh kebingungan produk di antara merek Redmi, Poco, dan Xiaomi, serta perbedaan perangkat lunak di setiap wilayah. Selain itu, pembaruan perangkat lunak yang tidak konsisten juga berkontribusi pada masalah ini.
Menyadari diri dari pengalaman tersebut, Xiaomi berupaya untuk menghindari kesalahan serupa dengan merampingkan lini produk dan meningkatkan kualitas layanan perangkat lunak demi menjaga loyalitas pelanggan dan menjaga pangsa pasar yang stabil.
Baca juga: Cara Menunjukkan Cinta kepada Pasangan Melalui Tindakan Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: