Jumat, 19 DESEMBER 2025 • 16:33 WIB

Robot Humanoid Terjangkau dari China Siap Mengubah Dunia Pendidikan

Author

Robot Humanoid Terjangkau dari China Siap Mengubah Dunia Pendidikan

Perusahaan teknologi China, Songyan Power, baru saja meluncurkan robot humanoid bernama 'Bumi' yang dijual dengan harga terjangkau sebesar Rp23 juta. Ini menjadikannya salah satu robot termurah di dunia, dengan target pengguna di sektor pendidikan.

Baca juga: Peluncuran Realme Chill Fan Phone: Inovasi Baterai Jumbo dan Teknologi Pendingin Canggih

Robot Bumi dirancang untuk berinteraksi dengan anak-anak, dan akan tersedia di pasaran mulai Januari 2026. Inovasi ini menunjukkan kemajuan penting dalam teknologi pendidikan serta aksesibilitas bagi pengguna pemula.

Deskripsi dan Fitur Robot Bumi

Robot Bumi memiliki desain yang kecil dan ringan, memudahkan penggunaannya dalam berbagai aktivitas, seperti berjalan, berlari, dan menari. Selain itu, robot ini dapat merespons perintah suara, menjadikannya lebih interaktif.

Pengguna juga bisa memprogram robot Bumi dengan alat drag-and-drop yang sederhana. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk pemula di bidang robotika, menawarkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menarik.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Perbandingan Harga dan Produk Serupa di Pasar

Dibandingkan dengan robot humanoid di pasar internasional, harga Bumi tergolong sangat bersaing. Misalnya, robot Tesla Optimus di Amerika Serikat diperkirakan akan dibanderol antara US$20.000 hingga US$30.000, yang setara dengan Rp334 juta hingga Rp500 juta.

Selain itu, Agility Robotics' Digit, yang dirancang untuk operasional industri, berkisar di harga US$250.000 atau sekitar Rp4,18 miliar. Ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam harga jika dibandingkan dengan Bumi.

Strategi Pasar dan Persaingan Global

Pendekatan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat cenderung lebih fokus pada produktivitas industri dan keamanan, yang memperlambat adopsi teknologi baru oleh konsumen. Semua ini mencerminkan karakter kompetitif yang ada di sektor teknologi.

Sebaliknya, perusahaan China berupaya memproduksi robot dengan biaya rendah dan dalam jumlah yang cepat, meski dengan margin yang tipis. Hal ini menunjukkan adanya dinamika persaingan yang ketat antara kedua negara dalam sektor kecerdasan buatan.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Mencegah Penyakit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU