Sejumlah maskapai penerbangan mulai memberlakukan kebijakan baru terkait penggunaan power bank di dalam pesawat, sebagai upaya untuk menghindari risiko kebakaran.
Baca juga: Deddy Desta Nyatakan Tuntutan 17+8 dan Pesan untuk Prabowo
Kebijakan ini terpaksa diterapkan menyusul meningkatnya insiden yang melibatkan baterai lithium-ion dalam beberapa tahun terakhir.
Risiko Penggunaan Baterai Lithium-Ion
Baterai lithium-ion, yang umum digunakan dalam power bank, dikenal memiliki potensi risiko yang tinggi terkait kebakaran. Kesalahan dalam penggunaan, kerusakan perangkat, dan penuaan baterai turut berkontribusi terhadap kemungkinan insiden tersebut.
Data dari Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat mencatat lebih dari 500 insiden yang melibatkan baterai lithium sejak dua dekade terakhir. Insiden-insiden ini meliputi kebakaran, asap, serta suhu ekstrem yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Baca juga: Dampak Perkataan Kasar Orang Tua terhadap Psikologi Anak
Aturan Ketat dari Maskapai Penerbangan
Maskapai AirAsia, misalnya, hanya memperbolehkan penumpang membawa power bank dengan kapasitas maksimal 100 watt-jam (Wh) atau 20.000 miliampere-jam (mAh). Kebijakan ini adalah langkah strategis untuk meminimalisasi risiko selama penerbangan.
Lion Air juga menerapkan kebijakan serupa, melarang power bank melebihi 100 Wh dan hanya memperbolehkan dua unit per penumpang. Penting bagi penumpang untuk menjaga agar power bank tetap berada dalam pengawasan dan tidak terhubung dengan perangkat apa pun selama penerbangan.
Dampak Kebijakan di Tingkat Global
Singapore Airlines melarang penumpang untuk mengisi daya perangkat dengan power bank dalam pesawat, termasuk melalui port USB. Kebijakan ini ditujukan demi menjaga keselamatan penumpang.
Tidak hanya itu, Hong Kong Airlines pun melarang penggunaan power bank setelah menemui insiden kebakaran di pesawat mereka, sedangkan Emirates akan memberlakukan larangan yang sama mulai 1 Oktober 2025, meski pengguna masih diperbolehkan membawa power bank ke dalam kabin.
EVA Air, maskapai Jepang, melarang penggunaan charger portable di dalam pesawat serta mengharuskan penumpang untuk membawa power bank dalam bagasi kabin dengan cara yang aman untuk menghindari kerusakan.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: