Kepolisian India baru-baru ini mengungkap sebuah sindikat yang merakit dan menjual ponsel flagship palsu merek Samsung Galaxy. Dalam penggerebekan ini, lebih dari 500 unit ponsel tiruan ditemukan di New Delhi.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Penyelidikan menunjukkan ponsel-ponsel ini dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga resminya. Dari penggerebekan yang dilakukan, polisi berhasil menyita berbagai suku cadang yang digunakan untuk membuat ponsel palsu ini.
Detail Penggerebekan dan Penyitaan
Pada 14 Desember 2025, polisi menggrebek sebuah lokasi di Beadon Pura, Karol Bagh, New Delhi, di mana mereka menemukan 512 ponsel palsu dari lini Galaxy S Ultra dan seri Z Flip serta Z Fold.
Selain ponsel, penyitaan juga mencakup 124 unit motherboard, 138 baterai, dan 459 label IMEI palsu yang digunakan untuk menyamarkan produk tiruan agar terlihat resmi.
Ponsel-ponsel tersebut dijual dengan harga antara 35.000 hingga 45.000 rupee, yang sangat jauh di bawah harga pasar resmi. Hal ini menarik minat banyak konsumen yang tidak menyadari bahwa mereka membeli barang tiruan.
Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan
Modus Operandi Sindikat
Sindikat ini diketahui menggunakan suku cadang yang diimpor dari China untuk merakit ponsel, yang kemudian dimodifikasi agar terlihat mirip dengan produk asli.
Setelah itu, ponsel yang dirakit akan ditempeli stiker IMEI palsu, dengan label 'Made in Vietnam' untuk memberikan kesan autentik kepada konsumen.
Dengan strategi ini, mereka berharap bisa menarik perhatian konsumen yang mencari ponsel flagship dengan harga lebih terjangkau, meskipun fakta terkadung bahwa produk tersebut bukanlah barang resmi.
Penangkapan dan Penyidikan Lanjutan
Empat orang pelaku, termasuk seorang pria bernama Hakim yang diduga menjadi otak sindikat, telah ditangkap oleh pihak kepolisian.
Hakim dan rekan-rekannya merakit ponsel di lokasi yang mereka sewa, yang juga berfungsi sebagai tempat produksi berbagai komponen yang diperlukan.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk mengidentifikasi jaringan distribusi serta para pembeli yang mungkin telah menjadi korban penjualan ponsel tiruan ini.
Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Kesibukan Sehari-hari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: