Sepuluh mantan pegawai Samsung Electronics ditahan oleh otoritas Korea Selatan karena diduga terlibat dalam kebocoran rahasia teknologi semikonduktor. Kebocoran ini melibatkan informasi penting mengenai proses manufaktur DRAM 10 nanometer untuk perusahaan Taiwan, CXMT, sejak 2016.
Baca juga: Kementerian Perindustrian: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diajukan
Latar Belakang Kebocoran
Dari laporan The Chosun Daily, para tersangka termasuk satu mantan eksekutif serta beberapa peneliti yang berkontribusi pada pengembangan teknologi semikonduktor. Kebocoran informasi ini terkait dengan proses pembuatan chip DRAM 10 nm, hasil investasi Samsung sebesar 1,6 triliun won selama lima tahun.
Sebagai pelopor produksi DRAM 10 nanometer, Samsung mempunyai posisi yang sangat penting di industri semikonduktor global. Kebocoran ini memungkinkan CXMT untuk mengembangkan kapasitas produksinya, menimbulkan kekhawatiran terhadap pangsa pasar Samsung.
Baca juga: Meningkatkan Kebugaran dengan Tantangan Workout 30 Hari Tanpa Alat
Strategi Operasional Tersangka
Para tersangka diketahui menjalankan aksinya dengan membentuk perusahaan cangkang dan berpindah-pindah untuk menghindari penangkapan. Salah satu tersangka, dengan inisial B, diduga menyalin sekitar 600 tahapan dari proses manufaktur DRAM ke dokumen manual untuk menghindari pelacakan digital.
Mantan eksekutif berinisial A berperan sebagai penghubung bagi CXMT, berkolaborasi dalam pengembangan teknologi semikonduktor di perusahaan tersebut. Meskipun strategi mereka berfokus pada kerahasiaan, tindakan mereka akhirnya terdeteksi oleh pihak berwenang.
Dampak Kebocoran Teknologi
Kebocoran ini memungkinkan CXMT untuk meluncurkan produk chip DRAM 10 nm, dengan rencana peluncuran HBM2 pada tahun 2024. Diperkirakan, ini dapat meraih hingga 15 persen pangsa pasar yang berpotensi menggeser posisi dominan Samsung.
Menurut laporan Tom's Hardware, kebocoran tersebut juga turut menyebabkan penurunan penjualan Samsung Electronics sekitar 5 triliun won dalam setahun terakhir. Kerugian ini memberikan dampak merugikan tidak hanya pada perusahaan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional Korea Selatan.
Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: