Asus menegaskan komitmennya terhadap teknologi AI PC dan laptop dual layar di CES 2026. Sascha Krohn, Direktur Pemasaran Teknik Asus Global, membagikan visi mendatang perusahaan dalam wawancara pra-CES.
Baca juga: Penjarahan Patung Superhero Anggota DPR: Iron Man dan Spider-Man Jadi Korban
Perusahaan ini fokus pada optimalisasi hardware dan fitur AI yang dapat beroperasi tanpa bergantung pada cloud. Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengguna di masa depan.
Optimalisasi AI pada Berbagai Platform
Asus berupaya menjaga konsistensi pengalaman AI di berbagai platform seperti Intel, AMD, dan Qualcomm. Sascha Krohn menjelaskan, "Kami fokus terutama di level hardware. NPU sudah menjadi standar dari Microsoft untuk Intel, AMD, dan Qualcomm, meski performanya berbeda-beda."
Pencapaian Qualcomm diharapkan mencapai sekitar 80 TOPS pada tahun 2026. Ia juga menyoroti pentingnya GPU terintegrasi dalam pemrosesan AI, dengan menyatakan, "Integrated GPU sangat penting, bukan hanya untuk gaming, tetapi juga untuk AI."
Ke depan, performa GPU diharapkan meningkat secara signifikan. Asus juga mengembangkan fitur AI internal yang berfungsi tanpa ketergantungan cloud, seperti StoryCube dan MuseTree, yang mampu memproses data sepenuhnya di perangkat.
Baca juga: Pentingnya Olahraga Rutin untuk Kesehatan Jantung
Laptop Dual Layar: Makin Menarik Namun Masih Niche
Dalam perkembangan laptop dual layar, walau masih terbilang niche, pengguna kategori ini terus meningkat. Sascha menyatakan, "Saya tidak berpikir dual screen akan menggantikan laptop clamshell sepenuhnya, tetapi niche ini terus tumbuh."
Asus melaporkan penjualan laptop dual layar meningkat setiap tahun. Sascha menyebut, "Sejak awal kami memasarkan dual screen laptop, total penjualannya sudah mencapai sekitar satu hingga satu setengah juta unit, dengan penjualan tahunan di atas 100 ribu unit."
Namun, pengembangan perangkat dual layar menghadapi tantangan, terutama dalam manajemen panas. "OLED jauh lebih sensitif terhadap suhu. Pada perangkat dual screen, salah satu panel berada tepat di atas CPU dan GPU," ujarnya.
Masa Depan Windows on ARM dan Desain yang Fungsional
Asus juga menyoroti ekosistem Windows on ARM yang semakin matang. Sascha menjelaskan, "Banyak orang tidak menyadari bahwa Windows on ARM sudah mendukung AVX dan AVX2," yang meningkatkan kompatibilitas aplikasi.
Ia juga mencatat bahwa persepsi negatif terhadap Windows on ARM umumnya berasal dari pengalaman lama. Sascha menambahkan, "Kalau hanya untuk produktivitas harian, browsing, dan multimedia, pengalaman Windows on ARM saat ini sudah sangat baik."
Desain perangkat bagi Asus lebih dari sekadar estetika; itu merupakan bagian integral dari pendekatan teknis. Ia mengatakan, "Kami tidak menggunakan material yang sama untuk semua perangkat."
Baca juga: Sepatu Putih: Aksesori Fashion yang Tak Lekang oleh Waktu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: