Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 13:28 WIB

Inovasi Baterai Sodium dalam Kendaraan Listrik di Indonesia

Author

Inovasi Baterai Sodium dalam Kendaraan Listrik di Indonesia

Industri otomotif Indonesia mulai menjajaki pengembangan baterai berbasis sodium sebagai alternatif penyimpanan energi untuk kendaraan listrik.

Baca juga: WhatsApp Perbaiki Celah Keamanan Serius untuk Pengguna Apple

Langkah ini diambil dalam rangka mencari solusi baterai yang lebih terjangkau dan berkelanjutan di tengah keterbatasan pasokan lithium.

Potensi dan Pengembangan Baterai Sodium

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) merupakan perusahaan yang aktif dalam riset teknologi baterai sodium. Eko Maryanto, Head of Business Development DRMA, menjelaskan bahwa baterai sodium memiliki potensi sebagai teknologi masa depan, terutama untuk menggantikan aki konvensional berbasis timbal.

Menurut Eko, "Posisinya memang masih di bawah lithium, tapi lebih baik dibanding lead acid. Untuk aki, sebenarnya sodium ini yang paling cocok," ungkapnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Meskipun demikian, dia juga mencatat bahwa pengembangan baterai sodium menghadapi berbagai kendala, termasuk biaya dan kesiapan teknologi.

Faktor biaya menjadi tantangan besar dalam pengembangan produk ini, dan kondisi pasar saat ini masih menghambat penerimaan baterai berbasis sodium.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

Tantangan dalam Penerapan Teknologi Baterai Sodium

Eko Maryanto mengemukakan bahwa biaya tinggi dan energi yang dihasilkan yang lebih rendah menjadi kendala utama dalam pengembangan baterai sodium. "Sekarang teknologinya masih mahal. Energinya juga lebih rendah dibanding LFP, tapi harganya justru masih lebih tinggi," jelasnya.

Kondisi harga produk saat ini mengakibatkan kesulitan dalam menyebarluaskan baterai sodium di kalangan masyarakat. Eko menambahkan, "Kalau melihat harga sekarang, memang belum bisa diterima."

Saat ini, pasar baterai nasional didominasi oleh teknologi lithium, khususnya lithium iron phosphate (LFP), yang memiliki rantai pasokan yang lebih mapan dan stabil.

Keunggulan yang Ditawarkan Baterai Sodium

Pengembangan baterai sodium-ion menjadi alternatif menarik di tengah tingginya harga dan keterbatasan pasokan lithium. Teknologi ini memanfaatkan natrium sebagai bahan dasar, yang lebih melimpah dibandingkan mineral langka.

Laporan Gimozmochina menyebutkan bahwa baterai sodium-ion lebih stabil secara kimia dan memiliki risiko kebakaran yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih aman.

Walaupun belum sepenuhnya menggantikan lithium-ion, baterai sodium menunjukkan hasil positif dalam berbagai pengujian. Misalnya, produsen baterai asal China, CATL, sudah mulai menguji teknologi ini untuk mobil penumpang.

Baca juga: Manfaat Hyaluronic Acid: Solusi untuk Segala Jenis Kulit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU