Selasa, 17 FEBRUARI 2026 • 14:38 WIB

China Memperkenalkan Robot Humanoid untuk Patroli Perbatasan Vietnam

Author

China Memperkenalkan Robot Humanoid untuk Patroli Perbatasan Vietnam

Pemerintah China telah resmi mengembangkan dan mempersiapkan penggunaan robot humanoid dalam operasi patroli di perbatasan dengan Vietnam.

Baca juga: Mengungkap Manfaat Olahraga untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Langkah ini menunjukkan komitmen China untuk menerapkan kecerdasan buatan di sektor keamanan negara melalui robot yang dikenal sebagai Walker S2.

Inovasi Robot Humanoid di Perbatasan

Walker S2, robot yang akan digunakan di perbatasan Fangchenggang, memiliki biaya pengembangan sekitar 264 juta yuan atau setara Rp 643 miliar.

Meskipun dirancang untuk mendukung petugas, robot ini tidak akan sepenuhnya menggantikan manusia yang berpatroli di lapangan.

Robot ini memiliki variasi fungsi, termasuk panduan kerumunan, inspeksi area, dan dukungan logistik dengan kemampuan pengisian daya otomatis untuk beroperasi nyaris 24 jam nonstop.

Hal ini mencerminkan ambisi China dalam mengintegrasikan teknologi canggih dalam berbagai sektor publik di negara tersebut.

Dampak dan Relevansi Teknologi di Eropa

Minat terhadap penggunaan robot humanoid juga mulai berkembang di Eropa, seiring meningkatnya tekanan migrasi yang terjadi saat ini.

Baca juga: Pengembalian Jam Tangan Mewah Ahmad Sahroni Usai Kejadian Penjarahan

Dalam pernyataannya, László Palkovics, Komisaris Pemerintah Hungaria untuk Kecerdasan Buatan, menyebutkan bahwa 'teknologi ini sekarang telah melewati fase eksperimental dan siap untuk produksi massal.'

Badan penjaga perbatasan Uni Eropa, Frontex, berupaya memperkuat sistem pengawasan otomatis berbasis AI dengan berbagai teknologi baru.

Pengintegrasian robot humanoid dalam pengawasan perbatasan bisa menjadi evolusi penting di Eropa ke depan.

Tantangan dan Potensi Pengembangan ke Depan

Meskipun robot humanoid menawarkan efisiensi tinggi dalam patroli perbatasan, tantangan dari sisi teknologi dan ketidakpastian sosial tetap ada.

Sejumlah pihak mengungkapkan keraguan terhadap isu keamanan dan privasi yang mungkin timbul akibat keberadaan robot ini di publik.

Menurut laporan, 'robot patroli humanoid bisa menjadi langkah berikutnya dalam pergeseran bertahap Eropa menuju pengendalian perbatasan otomatis yang didukung AI.'

Dengan kemajuan teknologi yang berkelanjutan, implementasi robot humanoid dalam keamanan publik dapat menjadi model bagi negara lain di seluruh dunia.

Baca juga: Sri Mulyani Serukan Cinta Tanah Air Pasca Insiden Penjarahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU