Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 21:25 WIB

Kebijakan Data Internasional Trump dan Dampaknya terhadap Hubungan Global

Author

Kebijakan Data Internasional Trump dan Dampaknya terhadap Hubungan Global

Pemerintahan Presiden Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang dapat memicu ketegangan dalam hubungan internasional, khususnya di bidang pengelolaan data. Dalam perintah tertanggal 18 Februari 2026 ini, diplomat Amerika Serikat diperintahkan untuk melobi demi kebijakan pengelolaan data yang lebih fleksibel.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri untuk Hubungan yang Sehat

Dokumen tersebut menekankan pentingnya menghindari regulasi ketat dari negara lain yang dapat menghambat arus data global. Melalui inisiatif ini, pemerintah AS menganggap bahwa kedaulatan data negara lain dapat meningkatkan risiko di sektor keamanan siber.

Kebijakan Data Internasional yang Kontroversial

Menteri Luar Negeri Marco Rubio menandatangani dokumen yang mendorong diplomat untuk mendesak negara lain agar tidak memberlakukan aturan ketat mengenai pengelolaan data warga. Pemerintahan Trump berpendapat bahwa kedaulatan data tersebut bisa mengganggu arus data global.

Dokumen diplomatik ini secara eksplisit mengingatkan bahwa regulator di negara lain seharusnya menghindari regulasi yang membuat perusahaan teknologi AS terhambat dalam mengelola data. Hal ini timbul dari kekhawatiran bahwa semakin ketatnya regulasi dapat menciptakan risiko keamanan yang lebih tinggi.

Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju

Dampak Aturan Eropa terhadap Perusahaan Teknologi AS

Sejak diterapkannya General Data Protection Regulation (GDPR) di Eropa, perusahaan teknologi asal AS menghadapi tantangan hukum yang signifikan. Regulasi ini membatasi transfer data warga Eropa ke luar kawasan, mengakibatkan sanksi keuangan yang besar bagi beberapa raksasa teknologi.

Tekanan terhadap perusahaan berbasis kecerdasan buatan semakin meningkat seiring dengan kekhawatiran publik yang lebih tinggi mengenai privasi. Banyak pihak merasa bahwa pengawasan yang dilakukan oleh negara bagian dan EU juga berpengaruh terhadap kelangsungan operasional perusahaan-perusahaan ini.

Strategi Global dan Tantangan dari China

Dokumen ini juga menyentuh peningkatan kontrol China dalam kebijakan penyimpanan dan transfer data yang lebih ketat. China sedang berusaha meningkatkan pengaruhnya dengan memanfaatkan infrastruktur teknologi yang dikembangkan secara agresif.

Dari sisi lain, diplomat AS diperintahkan untuk mendukung forum Global Cross-Border Privacy Rules yang dirancang untuk memperkuat arus data bebas sambil tetap menjaga privasi. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan standar yang lebih universal dalam pengelolaan data secara internasional.

Baca juga: Menikmati Keindahan Sunset di Destinasi Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU