Xiaomi berhasil merebut kembali posisi teratas di pasar wearable global setelah lima tahun absen dari puncak. Data terbaru dari Omdia mencatat, pengiriman wearable di seluruh dunia pada tahun 2025 mencapai 200 juta unit, naik 6% dibanding tahun sebelumnya.
Baca juga: Apple Persiapkan Peluncuran iPhone 17 Series dengan Teknologi eSIM Tanpa Slot SIM Tray
Transformasi Lanskap Persaingan Wearable
Cynthia Chen, Manajer Riset Omdia, menekankan bahwa lanskap kompetisi di pasar wearable telah berubah signifikan. "Wearable kini tidak hanya bergantung pada spesifikasi seperti layar dan daya tahan baterai, tetapi juga kekuatan ekosistem," ujarnya.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran fokus pada integrasi antar perangkat, yang berdampak pada peningkatan loyalitas pengguna. Dengan adanya ekosistem yang lebih terhubung, pengguna merasa lebih terlibat dengan produk yang mereka gunakan.
Strategi Xiaomi dalam Memperkuat Posisi Pasar
Xiaomi memanfaatkan strategi portofolio produk yang beragam untuk meningkatkan pangsa pasar. Lini Mi Band yang terjangkau berhasil menarik perhatian banyak konsumen, sedangkan smartwatch entry-level turut membantu meningkatkan harga jual rata-rata.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Strategi 'Human × Car × Home' yang diterapkan menjadi penguat utama integrasi antar perangkat dalam ekosistem Xiaomi. Hal ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih seamless dan terhubung dengan baik.
Posisi Apple dan Huawei dalam Pasar Wearable
Apple tetap dominan di segmen premium berkat integrasi yang erat dengan iPhone dan produk berkualitas tingginya. Fitur kesehatan yang terus diperbarui semakin menarik perhatian konsumen, memperkuat posisi Apple di pasar.
Sementara itu, Huawei memperlihatkan kinerja solid, terutama di pasar China, dengan fokus pada pelacakan olahraga profesional dan teknologi kesehatan yang inovatif. Tren kesehatan menjadi elemen penting dalam pengembangan produk wearable saat ini.
Tren dan Tantangan di Tahun 2026
Tren global untuk produk wearable menunjukkan pergeseran menuju fitur kesehatan yang lebih kompleks, dari sekadar penghitung langkah menjadi pemantauan kesehatan yang berkelanjutan. Beberapa produsen berinovasi dengan desain ringkas yang memungkinkan penggunaan sepanjang hari.
Dengan persaingan ketat antara ketiga merek tersebut, peta kompetisi pada tahun 2026 diperkirakan akan tetap dinamis. Keberhasilan akan ditentukan oleh siapa yang dapat membangun ekosistem terkuat dan paling menarik bagi para pengguna.
Baca juga: Pentingnya Sarapan Sehat untuk Petinju
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: