Kelompok hacker dari Iran yang dikenal sebagai MuddyWater dikabarkan telah berhasil menyusup ke dalam sistem jaringan organisasi di Amerika Serikat, termasuk bank dan bandara.
Baca juga: Kesehatan Mental Generasi Muda: Pentingnya Perawatan Diri di Era Modern
Penetrasi ini yang diperkirakan sudah terjadi sejak awal Februari 2026 menimbulkan kekhawatiran akan potensi serangan siber lebih lanjut.
Penetrasi Jaringan Oleh Kelompok MuddyWater
Kelompok MuddyWater diyakini memiliki hubungan erat dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS), yang aktif dalam melakukan operasi siber di berbagai belahan dunia.
Peningkatan aktivitas peretasan ini terjadi pasca serangan militer yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari, yang menunjukkan bahwa situasi yang mencekam mungkin akan semakin meluas.
Laporan dari The Register menyebutkan bahwa akses yang mereka miliki membuka kemungkinan terjadinya berbagai jenis serangan yang lebih luas dan terkoordinasi.
Baca juga: Makanan Kaya Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh yang Optimal
Penemuan Malware dan Teknik Peretasan
Para peneliti dari Symantec dan Carbon Black berhasil mengidentifikasi backdoor baru bernama 'Dindoor', yang memberikan kontrol kepada hacker terhadap sistem target dari jarak jauh.
Malware ini telah terdeteksi tidak hanya di jaringan perusahaan teknologi yang beroperasi di Israel tetapi juga di sistem bank di AS dan organisasi nirlaba di Kanada.
Temuan lain berupa backdoor 'Fakeset' menunjukkan kehadirannya di jaringan bandara dan lembaga non-profit di Amerika, menandakan jangkauan operasi MuddyWater yang cukup luas.
Ancaman Terhadap Keamanan Data dan Spionase Digital
Ada indikasi upaya pencurian data dari perusahaan yang terlibat dalam industri software pertahanan dan kedirgantaraan, yang menambah kekhawatiran terhadap keamanan nasional.
Data yang telah terakses berusaha dikirim ke cloud eksternal, meskipun masih belum ada kepastian apakah upaya ini berhasil atau tidak.
Dalam konteks yang lebih luas, aktivitas spionase digital semakin meningkat di kalangan bisnis dan institusi yang beroperasi di kawasan Timur Tengah dalam seminggu terakhir.
Baca juga: Penjarahan Rumah Uya Kuya: Korban dari Video Viral dan Respon Publik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: