BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 26 JUNI 2025 • 08:54 WIB

Perubahan Cuaca Ekstrem di Gunung Rinjani: Ancaman bagi Pendaki

Perubahan Cuaca Ekstrem di Gunung Rinjani: Ancaman bagi PendakiGenerated by Journalist AI

zenmoms.id – Fenomena cuaca yang cepat berubah di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, menjadi perhatian serius, terutama bagi para pendaki. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perubahan ini dipicu oleh kecepatan angin dan kondisi topografi области gunung.

Ketua Tim Data dan Analisis BMKG Nusa Tenggara Barat, Bastian Andriano, menegaskan bahwa formasi awan orografis berkontribusi pada perubahan cuaca yang dapat membahayakan keselamatan pendaki, seperti insiden tragis yang baru-baru ini terjadi.

Fenomena Cuaca di Gunung Rinjani

Gunung Rinjani, terletak di timur laut Pulau Lombok, merupakan salah satu destinasi pendakian paling populer di Indonesia. Namun, kondisi cuaca di sekitarnya cenderung sulit diprediksi dan dapat berubah drastis dalam waktu singkat.

Bastian Andriano dari BMKG menjelaskan, ‘Perubahan cuaca dalam hal ini kondisi berawan-cerah-berawan di wilayah sekitar puncak gunung adalah hal yang wajar.’ Dengan demikian, para pendaki diimbau untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri akan perubahan cuaca yang tiba-tiba.

Dampak Cuaca terhadap Pendaki

Sebuah insiden tragis yang terjadi pada 21 Juni 2025 menunjukkan risiko cuaca ekstrem di Gunung Rinjani. Seorang pendaki asal Brasil, Juliana Marins, mengalami kecelakaan jatuh ke dalam jurang sedalam 600 meter saat mendaki, membuktikan betapa berbahayanya medan ini.

Tim SAR menghadapi tantangan besar dalam mengevakuasi Marins. Gangguan cuaca, seperti kabut tebal dan angin kencang, memaksa mereka membatalkan penggunaan helikopter dalam upaya penyelamatan. Bastian mengungkapkan, ‘Kecepatan angin yang lebih tinggi dari permukaan menyebabkan kesulitan dalam kegiatan penyelamatan.’

Langkah Selanjutnya untuk Keselamatan

Menanggapi insiden ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat berencana mengevaluasi sistem pendakian di Gunung Rinjani. Upaya ini dimaksudkan untuk mencegah terulangnya insiden berbahaya yang dapat mengancam nyawa pendaki.

Kementerian Kehutanan, yang bertanggung jawab atas pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), juga mengingatkan bahwa pendaki harus selalu menyiapkan perlengkapan dan memprioritaskan keselamatan. ‘Kami mengajak para pendaki untuk mengedepankan aspek keselamatan dalam proses pendakian,’ tegas mereka.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perubahan Cuaca Ekstrem di Gunung Rinjani: Ancaman bagi Pendaki

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!