Institut Kesenian Jakarta Pindah ke Kawasan Kota Tua, Revitalisasi Seni dan Budaya
Institut Kesenian Jakarta (IKJ) direncanakan akan pindah dari Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM) ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Langkah ini menjadi bagian dari revitalisasi kawasan bersejarah untuk menghidupkan kembali seni dan budaya di Jakarta.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis AI untuk Pengalaman Menonton yang Lebih Akurat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa kehadiran seniman dari IKJ sangat penting untuk menggairahkan kreativitas dan kegiatan seni.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana tersebut usai meninjau Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) di Kota Tua.
Dikatakannya, tempat yang memiliki nilai sejarah seperti Kota Tua perlu dilengkapi oleh talenta seniman yang secara langsung dapat berkontribusi di sana.
Dengan revitalisasi ini, diharapkan kawasan tidak hanya berfungsi sebagai lokasi wisata, tetapi juga menjadi pusat inovasi kreatif yang hidup.
Sejarah IKJ terkait erat dengan pendirian Taman Ismail Marzuki (TIM) yang merupakan inisiatif Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Tempat Nyaman
Pembangunan TIM pada tahun 1968 muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan pusat seni yang mampu menampung ekspresi budaya.
"Dari dinamika di PKJ TIM itulah muncul gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi seni di Jakarta," bunyi kutipan dari laman IKJ.
Lembaga pendidikan ini dirancang untuk mencetak generasi seniman muda dengan landasan ilmu yang kuat dan terstruktur.
Pada 26 Juni 1970, Gubernur DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan No. Cb.14/4/6/70 yang mengarah pada pendirian Lembaga Pendidikan Kesenian Djakarta (LPKD).
Seiring dengan perkembangan, LPKD kemudian diubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1981 untuk mencapai standar pendidikan tinggi di Indonesia.
Kampus IKJ di TIM menjadi yang pertama di Indonesia yang mengajarkan seluruh cabang seni di bawah satu atap. Ini memberikan kontribusi besar bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: